Quran memuat semua Informasi Masa Lalu dan Masa Depan serta Sunnah dalam Penampilan

Quran memuat semua Informasi Masa Lalu dan Masa Depan serta Sunnah dalam Penampilan

Sultan al-Awliya
Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani
23 Mei 2010     Lefke, Cyprus

(Mawlana Shaykh berdiri.)
Madad yaa Sultan ul-Awliya. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaaha illa-Llah, Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahi ‘l-hamd! Allahumma zidh Habeebak `izzan wa sharafan nooran wa surooran, sultaanan wa ridwaana. Bi jaahihi `indak ighfir lana w ‘astoorna w ‘arhamnaa wa ayyidi ‘l-Islam wa ‘l-Muslimeen yaa Rabba ‘l-`alameen! Tawbah yaa Rabbee. Tawbah yaa Rabbee. Tawbah, astaghfirullah.
A`oodhu billahi min ash-Shaytani ‘r-rajeem. Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Raheem.
(Mawlana Shaykh duduk.)

Thumma salaamu `alayka yaa Sahib az-Zaman. Thumma salamu `alaykum yaa `IbaadAllahi ‘s-Saliheen. Thumma salamu `alayka yaa Qutb al-Mutassarif fee hadhihi ‘l-majaal `ala hasab yujid amru ‘s-sama. As-salaamu `alaykum yaa `IbaadAllahi as-saliheen. Nastamid min roohaaniyyatikum.

Saya memohon dukungan surgawi dari hamba-hamba surgawi. Kita tidaklah mengetahui apa-apa, dan kita menginginkan untuk tahu, dan untuk melakukan apa-apa yang Penguasa Semesta Alam meminta hamba-hamba-Nya untuk melakukannya. Dan kami mengucapkan as-Salaamu ‘alaykum, wahai para hadirin yang tengah mengambil kebahagiaan dari pertemuan-pertemuan semacam ini. Wahai manusia! Janganlah kalian mencari kesenangan (semu) dengan menceburkan diri kalian pada hal-hal yang buruk. Jangan meminta kebahagiaan dengan meminum arak/khamr, atau dengan berdansa-dansi dengan wanita, tidak! Hal-hal semacam itu justru menambahkan lebih banyak kegelapan pada diri sejati kalian, ya.

Diri sejati kita dapat memberikan pada kita kebahagiaan, namun kadang-kadang diri sejati kita tersebut terjerumus dalam daerah-daerah gelap, dan tak dapat keluar dari nya kecuali dengan pertolongan cahaya surgawi. Karena itu, wahai Manusia, saat kalian berada dalam kegelapan, itu artinya koneksi energi tengah terputus, dan kalian pun bergegas mencari lilin, karena kalian tengah kehilangan pencahayaan sebenarnya. Dan kini 99% atau lebih manusia tengah jatuh dalam kegelapan, sekalipun di mana-mana mereka menemukan kepuasan bagi wadag fisik mereka. Namun, hati mereka tidak pernah terpuaskan, karena kepuasan tersebut bukan berasal dari pusat sejati, dan cahaya-cahaya sejati tersebut tidak mencapai diri mereka.

Karena itulah, mereka berserabutan mencoba mencari sekeping lilin kecil sekedar untuk dapat menerangi sesuatu agar mereka dapat melihat. Sayangnya, sebagian besar mereka tak dapat melihat. Ketika seseorang meminta untuk dapat melihat, itu artinya ia adalah seorang yang buta, dan seseorang yang buta selalu dalam ketakutan karena ia tak pernah tahu di mana ia menapakkan kakinya. Jadi, orang-orang yang buta selalu merasa khawatir. Terkadang mereka menggunakan seuntai tongkat di tangan mereka untuk melihat, bukan melihat, tetapi untuk merasakan apa-apa yang ada di depan mereka, atau untuk mendeteksi bila sesuatu bahaya menghadang mereka. Mereka menggunakan tongkat ini. Dan bila orang yang buta tidak membawa tongkat tersebut, mereka akan berada pada situasi yang sulit. Dan siapa yang membawa tongkat, sedikit banyak perasaaan mereka akan menuntun jalan mereka dan mengarahkan mereka ke tempat yang mungkin aman bagi diri mereka.
Saat ini, manusia yang berada di planet ini, di dunya, milyaran manusia, seluruhnya berada dalam situasi di mana mereka tak pernah tahu akan apa pun yang akan terjadi pada diri mereka. Kejadian-kejadian besar yang akan terjadi tertutup bagi diri mereka, dan mereka pun tak tahu tentangnya. Peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi hanya tampak bagi insan-insan istimewa atau mereka yang terpilih dan terseleksi yang telah mendapatkan wewenang, mereka inilah yang memiliki mata (bashirah, red.) Karena itulah, telah disebutkan dari awal hingga akhir, apa-apa yang akan terjadi yang diketahui oleh beberapa orang, dan juga menurut apa yang telah disabdakan oleh Sang Penutup Para Nabi (sallAllahu ‘alayhi wasallam) yang telah dikaruniai wahyu Quran Suci.

Wahai ‘ulama-ulama Salafi! Kalian mengklaim, “Kami adalah ‘ulama.” Mereka (Awliya’ dan Masyayikh Naqsybandi, red.) membuat saya bicara, saya sendiri tidak mengklaim bahwa diri saya tahu, tetapi mereka lah yang membuat saya untuk bicara. Tentang Quran Suci, kita menyebutnya sebagai, Umm ul-Kitaab, “Ibu dari segenap Buku-buku”, bahwa semua pengetahuan muncul dari Buku suci itu, ya! Jangan melihat pada buku-buku Eropa atau negara-negara barat untuk belajar sesuatu, kita tidak memerlukannya. Singkirkan universitas-universitas mereka. Katakanlah bahwa, “Kami adalah Ummat Muhammad (sallAllahu ‘alayhi wasallam), (Mawlana Syaikh berdiri.) Kami tidak memerlukan pengetahuan kalian!” (Mawlana Syaikh duduk). Kami tak akan mendapatkan pengetahuan apa pun dari kalian, tidak! Kami telah memiliki semuanya, kami telah dikaruniai semua yang kami perlukan atau apa yang mungkin kami perlukan, semua kami memilikinya! Kita tidak perlu mengemis-ngemis pengetahuan/ilmu dari negara-negara barat, tidak! Itu bukanlah hal yang bernilai.

Mereka memiliki, sebagai contoh, suatu kulit (shell, Ing.) yang melapisi suatu kacang. Saya mencoba untuk mengucapkannya dalam logat bahasa Inggris Amerika hari ini, “shelll.” Kalian mesti membuat lidah kalian seperti ini. (Mawlana Syaikh menggulung lidahnya dan tertawa.) Wahai mulook (raja/pemimpin) kami, kalian pun mesti belajar, “shelll.” Saya mesti mengaca di cermin untuk melihat apakah lidah saya telah seperti ini (tergulung), “shelll.” Mereka memiliki suatu “shelll” yang mereka tak dapat mencapai ke dalamnya. Mereka hanya memiliki suatu bayangan seperti yang ada di toko-toko di mana mereka membuat patung-patung model (mannequin) dari plastik. Kalian dapat melihat model-model tersebut, dan mengatakan, “Oh! Sungguh cantik di sini, sungguh anggun orang-orang ini, sungguh cantik mereka yang ada di sini.” Namun, saat kalian menyentuhnya, ternyata mereka hanyalah selongsong belaka, “shelll.”

Bagaimana bahasa Inggris saya, wahai manusia? Saya pun belajar Bahasa Inggris (dialek) America, dan Bahasa Inggris London, saya pun dapat berbicara Bahasa Inggris Shakespeare. Dari luar kalian melihat pada patung-patung model tersebut, dan berkata, “Sungguh model yang tampan, sungguh cantik,” tetapi saat kalian menyentuhnya, ternyata ia hanyalah patung plastik. Dan ilmu pengetahuan yang diraih negara-negara Barat lewat usaha mereka hanyalah bagaikan suatu bentuk bayangan atau patung belaka, dan kalian pun tak akan menemukan wujud sejati pada patung tersebut. Dan orang-orang terpelajar idiot dari kalangan kita pun melihat takjub pada negara-negara barat dengan kekaguman. Mereka berkata, “Oo.., sungguh indah peradaban negara-negara barat, sedangkan kita begitu mutakhkhir, terbelakang dan kuno.” Orang-orang telah kehilangan ruuhu ‘l-Islam, jiwa dari Islam. Saya menyesal mengatakannya, tetapi inilah kesalahan terbesar negara-negara Islam, pemerintahan-pemerintahan Muslim, sarjana dan ulama Islam, dan mulook Muslim, para raja juga!

Ya, semua mereka ini memandang dengan takjub, “Oh, peradaban abad 21 yang mengagumkan!”

[Mawlana memimikkan dialog pasangan]
“Wahai sayangku, bagaimana pendapatmu bila kita mengganti mobil kita sekarang karena Tahun Baru 2010?”

“Wahai sayangku, mungkin ada baiknya kita bersabar, dan setelah tiga bulan, akan ada busana baru untuk 2011, itu lebih baik.”

Manusia tengah mabuk akan penampilan luar mereka. Keseluruhan hidup mereka hanya berlarian mengejar kebodohan itu. Termasuk di dunia Islam, mereka semua mengejar-ngejar mode busana baru. Dan busana-busana baru tersebut, keseluruhannya seperti model-model baru, namun menggunakan material yang sama, dan dipresentasikan kepada orang-orang, “Lihatlah busana baru yang akan nge-trend pada 2011.” Penampilan luar semata ini menyibukkan seluruh ummat, dan adalah kesalahan bagi dunia Muslim untuk mengejar dan meniru cara-cara Barat, dalam busana mereka.

Wahai ulama-ulama Salafi! Tidakkah kalian tahu bahwa Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam bersabda, “man tasyabbaha bi qawmin fa huwa minhum”, “Ia yang meniru suatu kaum akan termasuk dalam kaum tersebut.” Tidakkah ini benar? Tetaplah pada kepribadian kalian serta identitas Islami kalian! Jika seseorang melihat kalian, mereka dapat mengatakan, “Ini adalah seorang laki-laki Muslim atau seorang wanita Muslim.” Orang-orang Eropa tengah menetapkan begitu banyak hukum yang menentang cara berpakaian Islami serta penampilan orang. Khususnya, di surat-surat kabar, Perancis melarang (wanita Muslim) untuk mengenakan cadar pada wajah-wajah mereka? Untuk apa (mereka melarangnya)? Siapa dirimu hingga berhak melarang hal itu? Di mana ulama-ulama kita yang mengatakan, “Wajah-wajah boleh ditutup!” Mengapa mereka tidak mengatakan, “man tasyabbaha bi qawmin fa huwa minhum”? Apa yang kalian katakan dengan mengklaim bahwa kalian adalah doktor-doktor Syari’ah? Di mana Syari’ah dan di mana kalian?! Kita memiliki kekuatan! Mengapa kalian tidak mengirimkan ultimatum ke pemerintah Perancis? Dengan ultimatum seperti, “Kalian tidak dapat mencampuri urusan cara perempuan-perempuan kami berpakaian. Jika kalian mencampurinya, kami pun akan melakukan hal yang sama bagi warga kalian! Siapa pun yang datang ke sini dengan pakaian Eropa, mereka tidak dapat memasuki Damaskus, Mesir, Iran, atau Turki!”

Mengapa kalian tidak melakukan ultimatum ini, mengapa? Apakah kalian tidak takut pada Allah? Tidak takut? Jika tidak takut, Allah akan membuat kalian turun!
Dan hadits shareef:
منهم فهو بقوم تشبه من

man tashabbaha bi`qawmin fahuwa minhum.
“Siapa yang meniru suatu kaum adalah bagian dari kaum tersebut.”

Jangan membeli dan menggunakan mobil-mobil di negara-negara kalian. Tak masalah apabila mereka mungkin mengataimu, “Muta-akhkhir, terbelakang.” Biarkan mereka mengatakannya. Ribuan orang terbunuh atah membunuh pada kecelakaan mobil. Sebelumnya tak pernah ada yang mati saat mereka menunggangi unta atau kuda. Ini adalah suatu hal yang penting dan telah tiba saatnya bagi kami untuk mengatakan sesuatu, wahai Doktor-doktor Syari’ah! Syari’ah tidaklah sakit hingga memerlukan doktor! Syari’ah adalah sesuatu yang kuat. Dan kalian mesti mendengar dan kalian mesti mengatakan ya terhadap apa yang mereka buat saya untuk mengatakannya pada kalian. Saya bukanlah seseorang yang menyiapkan sesuatu untuk berpidato pada seluruh manusia dari timur hingga barat, barat ke timur, utara ke selatan, dan selatan hingga utara, tetapi mereka tengah membuat saya untuk berbicara akan beberapa hal di mana kalian tengah berada pada jalan yang keliru.

Islam datang dengan suatu kitab suci, Qur’an ‘azhiimu ‘sy-syaan, “sebuah buku/kitab dengan kepentingan yang agung,” (Mawlana Syaikh berdiri) yang telah dibawa dan dikaruniakan kepada Penutup para Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Tak satu buku pun lebih penting atau lebih agung daripada Qur’an Suci. (Mawlana Syaikh duduk).

Wahai manusia! Kalian mesti mendengar, menyimak, dan mencoba untuk memahami kitab suci kita, Al Qur’an Suci, yang telah dikirimkan padanya, Khatam ul-Anbiya’, Penutup para Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. (Mawlana Syaikh berdiri), sayyidina Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam, beliau telah dikaruniai Al Quran Suci. (Mawlana Syaikh duduk). Ya, ‘ulama-ulama Azhar as-Syarif, para doctor Syari’ah, mengapa kalian tidak mengatakan apa yang telah disabdakan oleh Penutup para Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, yang telah dikaruniai Quran Suci. ‘Ulama-ulama Salafi! Katakan, jangan takut! Bagaimana Penutup para Nabi SallAllahu ‘alayhi wasallam memberikan deskripsi tentang Quran Suci? Ucapkanlah hadits suci tentang itu! Kalian tak mengingatnya karena pikiran kalian penuh dijejali dengan cara berpikir barat yang tak masuk akal. Kosongkan pikiran kalian, dan kalian pun akan mengerti. Deskripsi yang disabdakan oleh Nabi Sallallahu ‘alayhi wasallam tentang Quran Suci adalah sebagai berikut:
كتاب الله فيه خبر ما قبلكم ، ونبأ ما بعدكم

feehi khabaru maa qablakum wa naba’u maa ba`dakum.
“Kitab Allah: di dalamnya ada kisah apa-apa yang telah berlalu sebelum kalian, dan berita tentang apa-apa yang akan terjadi setelah kalian. ”

Benar atau tidak? Apakah saya tengah keliru berbicara? Tak pernah! Mereka membuat saya untuk berbicara kebenaran. Saya berteriak kepada seluruh dunia Muslim!

Seluruh ulama harus mengajarkan ini, dan mesti memiliki kaligrafer-kaligrafer unggul yang menulis dengan huruf-huruf emas deskripsi Quran Suci ini, fiihi khabaru maa qablakum wa naba’u maa ba’dakum, “Di dalamnya ada informasi tentang apa-apa sebelum dirimu dan berita tentang apa-apa setelahmu.” Tulis ini dan taruhlah di mana-mana. Kalian tidak melakukannya. Kalian ingin menjadi doktor-doktor Syari’ah. Doktor huh? Itu (deskripsi tentang Qur’an Suci) sudah cukup untuk seluruh ummat. Khususnya ummat dari penutup para Nabi, (Mawlana Syaikh berdiri), Ummatan Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam! Harus diketahui, harus dituliskan di mana pun tentang Qur’an Suci, fiihi khabaru maa qablakum wa naba’u maa ba’dakum. (Mawlana Syaikh duduk). Ayatu ‘l-Kariima. Jika kalian tidak puas (dengan hadits), wahai para Ulama’, saya mengambil dari ayat Quran Suci. Deskripsi sebelumnya adalah dari hadits syarif yang suci. (Mawlana Syaikh berdiri). Dan Allah Ta’ala berfirman:

مَّا فَرَّطْنَا فِي الكِتَابِ مِن شَيْءٍ

Maa farratna fi ‘l-Kitaabi min shay.
Tak satu pun yang Kami lupakan dalam Buku ini. (6:38)
Haqq atau baatil? Mengapa kalian berlarian seperti ini dan seperti itu, sedangkan Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa semua yang manusia minta, pelajari, dan amalkan, dapat ditemukan pada ayat suci tersebut, Maa farratna fi ‘l-Kitaabi min shay, “Tidaklah Kami tinggalkan sesuatu pun dalam Kitab suci ini.” (Mawlana Shaykh duduk.) SadaqAllahu `l-azheem. Allahu akbar. Ghaflatuna (kami lalai). Kalian menulis di universitas-universitas, “Tak ada kitab suci yang boleh masuk dalam universitas-universitas kami.” Itulah yanbu’, sumber kufr. Kalian harus mengajarkan kepada semua ummat; namun, sebelum ke seluruh ummat, khususnya untuk Muslim, mereka mesti mengetahui deskripsi dari hadits syarif di atas, juga firman suci Allah ta’ala: Maa farratnaa fi ‘l-Kitaabi min sya’i. Itu berarti apa pun yang manusia pinta, mereka dapat menemukannya (dalam Quran Suci, red.) Namun, kuncinya mesti dikaruniakan dari Langit untuk adanya pembukaan; dan bila kalian mengejar kekotoran negara-negara barat, kalian tak akan pernah diberikan kunci untuk membuka harta berharga tanpa batas tersebut.

Semoga Allah mengampuni kita semua.

Tawbah yaa Rabbee. Tawbah yaa Rabbee. Tawbah astaghfirullah. Salahkan seluruh ummah.

(Mawlana Shaykh bernyanyi.)

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Saya menyalahkan ego saya sendiri. Kalian ‘ulama, astifluu, lakukan seskuka kalian. Lihatlah, siapa yang keberatan atas kata-kata ini, hingga pagi hari peti mati pun siap membawa orang-orang bodoh itu ke pekuburan.

Allah! Allah! Laa illaha il Allah, laa illaha il Allah!


Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Dome dome dome dome

Fatihah.

Alhamdulilah. Mashaa-Allah, mashaa-Allah, mashaa-Allah! Di mana Shaykh Hisham? (Singapore)

(Mawlana Shaykh salat dua raka’at shukr.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s