Tafsir al Ikhlash

 

 

Menuju Pemahaman Ruahaniahmu Busana Ahadiyya Samadia

 

Tafsir Surah Ikhlas  Bagian 2

 

oleh Shaykh Hisham Al-Kabbani

 

Anas meriwayatkan bahwa (dalam bagian: “ fadiil qul hu Allahu Ahad ”), “ Orang Yahudi Khaybar, medndatangi Nabi (s.a.w.) dan berkatasaid, ‘Ya Abul Qassim! Allah swt telah menciptakan para malaikat dari cahaya. Dan Dia menciptakan Adam a.s. dari lempung dan Dia menciptakan Iblees dari api dan Dia menciptakan langit dari asap dan Dia menciptakan bumi dari zabadul m• , busa air. Ceritakan tentang Tuham mu.’ Nabi (s.a.w.) tidak menjawab mereka. [Dia menunggu wahy (wahyu). Meskipun dia tahu jawabnya, karena All•h memberinya ilmu pertama dan terakhir. Dia tidak mau menjawab sampai jawaban itu datang kepadanya. Siapapun disini menginginkan dirinya mengetahui sesuatu. “Saya tahu. Saya tahu. Saya tahu lebih baik.” Setiap orang tahu. Hanya satu orang mengatakan “Saya tidak tahu.” Jadi dia menunggu.]

 

Kemudian Jibraeel {as} datang dengan surah :

  • “ qul hu Allahu Ahad. Allahus-Samad .” [Allah tidak meiliki pasangan.
  • Allahus-samad . Dia tempat segala sesuatu bergantung, Dia Pemilik segala sesuatu.
  • Lam yalid wa lam yulad.”  Kamu tak dapat menghubungkan Dia dengan seorang anak. Dia tidak melahirkan dan Dia tidak diciptakan.
  • “Wa lam yakun lahu kufuwan Ahad.”  Tidak satupun ciptaan Nya dapat menggantikan Dia atau  memegang  alam semesta ini seutuhnya.
  • Alam semesta ini dipersatukan oleh Allah swt.. Tak satupun yang dapat menyatukan nya.

 

Surah ini tidak menyebut nyebut Surga ataupun Neraka. Itu hanya menyebut Allah swt. Itupun tidak menyebut dunya maupun nor  akhirah . Tidak juga halal atau haram. Itu murni hanya untuk Allah swt. Tidak satupun lainnya di dalamnya.

 

  • Barang siapa membacanya 3 kali  akan seperti dia telah membaca seluruh risalah. Kamu akan diberi hadiah seperti jika kamu telah membaca seluruh al Qur’n.
  • 30 kali setiap hari, dia akan menjadi satu dari manusia terbaik di dunya dalam pahala dan
  • barangsiapa membacanya 200 kali, akan diberi sebuah tempat dalam Jannat al-Firdaws dimana dia akan berbahagia dengan nya.
  • Barang siapa membacanya tiga kali ketika dia memasuki rumahnya, tidak akan melihat kemiskinan dan itu akan akan  menolong tetangganya.
  • (Bahkan) Seseorang membacanya (dari Sahaba) setelah membaca al Fatiha.
  • Dia itu memahami seluruh al Qur’n namun hanya membaca surah ini. Mereka mendatangi Nabi (s.a.w.) dan menyebutkan hal itu sebagai semacam ejekan. Dan Nabi (s.a.w.) bertanya kepada nya, “Mengapa kamu hanya membaca Surah al-Ikhlas.” Dia menjawab, “ inna uhibuha .”  Qala hubuha adkhalak al-jannat.  Dan Nabi (s.a.w.) malam itu membaca Surah al-Ikhlas sampai pagi.

 

 

Jadi surah itu, “ Qul hu Allahu Ahad ” sangat penting bagi Muslims untuk belajar dan untuk membaca (nya). Setiap hari, jika kamu minimal membacanya 200 kali kamu akan menerima sebuah rumah di surga. Dan shuyukh kita selalu meminta kita untuk membacanya 1000 kali setiap hari dan akan ada sebuah manfa’at besar di dalamnya. Abi K‘ab berkata bahwa Nabi (s.a.w.) berkata, “barang siapa membaca Qul huwa Allahu ahad  akan seperti dia telah membaca sepertiga al Qur’an Suci.”

 

Anas berkata bahwa Nabi (s.a.w.) berkata, “barang siapa membaca ‘    Qul huwa Allahu Ahad’  200 kali Allah akan mengampunkan dirinya dari dosa 200 tahun.” Ibn ‘Abbas berkata bahwa Nabi (s.a.w..) berkata, “ Qul hu Allahu Ahad  adalah sepertiga al Qur’an Suci.”

 

Ibn ‘Umar berkata, “ salla binna rasulullahi dhat yawmin fis-safr    ”. Pada suatu hari Nabi (s.a.w.) mengimami kami dalam shalat ketika kami sedang dalam perjalanan. Dalam raka’at pertama dia membaca Qul hu Allahu Ahad  dan dalam raka’at 2 “ qul ya ayuhal kafirun .” Setelah selesai dia memberi tahu para shahabat, ‘Aku membaca sepertiga al Qur’an dan seperempat al Qur’an.’

 

  • [Surah al-Ikhlas sama dengan 1/3  dan
  • Surah al-Kafirun sama dengan 1/4 dan
  • Surah Zilzallah sama dengan 1/2 ]
  • Ali berkata bahwa Nabi (s.a.w.) berkata, “barang siapa akan bepergian dan ketika dia meninggalkan rumahnya, meletakkan tangannya pada kunci/pintu rumahnya, membabaca 11 kali      Qul hu Allahu Ahad , Allah  akan melindungi rumahnya sampai dia kembali pulang.

 

Terdapat banyak hadith semacam ini.

 

Abu Huraira meriwayatkan  bahwa Nabi (s.a.w.) berkata, “barang siapa pulang ke rumahnya dan membaca Surah al- Fatiha dan Surah al-Ikhlas, Allah akan membuang kemiskinan dari diri mereka dan itu akan menguntungkan tetangganya juga, [dari kebaikan yang Allah karuniakan kepadanya].”

 

  • Ibn Umar  berkata, bahwa  Nabi s.a.w. berkata, barang siapa membaca Surah al-Ikhlas        11 kali  Allah  akan membangunkan untuknya sebuah istana di Surga.

 

Umar berkata, “Wallahi Ya Nabi Allah ini bagus sekali. Jika kita membacanya 11 kali kita akan memiliki banyak surga di dalam Surga.” Dia menjawab, “Tentu saja, Allah loma (suka memberi), jadi bacalah dan ambillah.” Ayesha (Aisah) ® berkata, bahwa Nabi (s.a.w.) mengirimkan seorang dengan satu pasukannya untuk pergi ke suatu tempat. Dalam shalat dia biasa membaca Qul hu Allahu Ahad . Ketika dia kembali pasukannya bilang, “orang itu selalu membaca Surah al-Ikhlas dalam shalat.” Nabi (s.a.w.) berkata kepada mereka agar bertanya kepadanya mengapa dia melakukan itu. Dia (orang itu) berkata, “Itu menggambarkan Sifat Allah dan saya mencintai membacanya.” Nabi (s.a.w.) berkata, “katakan kepadanya bahwa Allah mencintainya.”

 

Contoh dari ratusan hadith tadi menjelaskan kebesaran Surah al-Ikhlas, dan kami merencanakan untuk menjelaskannya, namun itu terlalu panjang, kemarin kita menyebut bahwa Allah menggambarkan Diri Nya, sebagai Ahad . Dan kita menjelaskan beda antara Ahad  dan  Wahid .

 

  • Ahad  menjelaskan Dzat , bahwa tidak mungkin berbagi Dzat.
  • Wahid  adalah– kamu tahu tentang Allah melalui asma ul husna. Kesemuanya, contohnya, kita tahu 99 Nama, melalui Allah memiliki 99 Nama.
  • Setiap nama berbeda menyiratkan sebuah Sifat yang berbeda. Meskipun semua adalah berbeda mereka semua adalah  Satu yang sama. Jadi dengan banyak Nama itu, semuanya merujuk kepada Satu.

 

Wa ilahukum ilaahun Wahid.” – “Tuhanmu adalah Tuhan yang Satu.”

 

 

  • Bukan dua. Jadi  Wahid  menggambarkan Hadhirat Ilahiyya dari Nama Nama.
  • Ahad  menggambarkan diri Nya dengan Diri Nya, Dzat dengan Diri Nya. Itu adalah Ghaib Mutlak yang Allah swt buka melalui Nama Nya dari Ahad  sampai Wahid .
  • Kemudian Nabi (s.a.w.) mengetahui. Dari siffat al-Wahidiyya, mereka memahami dari Nama Nama Indah ini, yang kesemuanya datang dari  Wahid
  • Namun dalam hakikatnya Ahad  mengirimkan kepada Wahid .

 

Dalam tafsir Ruh al-bayan dia berkata, “tawhid adh-dhatin mukhtasin bi-??? Allah ta‘ala.” Ketika kita menunjuk kepada Satunya Allah, uraian Satunya Ahad  adalah untuk Dzat, tak satupun mengetahuinya dan itulah sebabnya kamu dapat memahami, namun Ahad  harus membuka kepada Wahid  dari Dzat.  Itulah sebabnya kita mengatakan terdapat nama yang tak terbatas jumlahnya. Dari Dzat Indah itu datanglah Nama Nama Indah itu. Dari Ahad  datanglah uraian tentang Wahid .

 

  • Jadi kita mempunyai Ahad  dan kita mempunyai Wahid .
  • Itulah sebabnya ada ‘Abd al- Ahad .
  • Abdi dari Nama itu. Seseorang yang Allah karuniai isyarat tentang kekhususan hakikat itu.
  • ‘Abd al-Ahad dan ‘Abd al-Wahid.
  • Dan kemudian Dia melanjutkan, “ Qul hu Alluau Ahad, Allahu as-Samad.”  Mengapa Dia umengulang ‘ Allahu ’? Dia  bisa kan mengatakan “ Qul hu Allahu Ahad, Samad.”
  • “Allahu Ahad” , berarti tak satupun mengetahui hakikat itu.  
  • “Allahu-s samad ” berarti ini adalah gambaran lain dari hakikat itu.

 

Beberapa pembaca menyambung “ Allahu Ahadun Allahus samad ” menggabungkan bacaan itu. Beberapa ‘ulama merekomendasikan untuk tidak menggabungkan itu karema Allah tidak menggabung. Allah adalah cukup untuk Diri Nya Sendiri, Dia tidak memerlukan pasangan. Majikan Yang Mencukupi Diri Nya Sendiri yang seluruh ciptakan membutuhkan. Dia tidak makan maupun minum.Kita akan meloncati rincian tentang ‘Abd al-Ahad, ‘Abd al-Wahid dan ‘Abdus Samad. Kita akan langsung ke penjelasan dari ibn ash-Shaykh.

 

Dia berkata:

Al Quran Waqia: 56.7 Dan kamu akan dibagi menjadi tiga kelas.

56.8    Kemudian (akan ada) Shahabat Tangan Kanan ;-  Apakah itu yang akan menjadi Shahabat Tangan kanan?

56.9     Dan Shahabat Tangan Kiri ,- apa itu yang akan menjadi Shahabat Tangan Kiri?

56.10   Dan mereka yang Terdepan (dalam Iman) akan Terdepan (di Akhirat).

56. 11    Mereka inilah yang akan berada paling dekat dengan Allah. Ulaika almuqarrabona

“Ayat ini menunjukkan bahwa bahwa terdapat tiga maqam berbeda dan maqam untuk para pesuluk dan para Arif yang niat mereka hanyalah Allah swt:

 

 

 

  • Huw, { Ha=5, Waw=6, 5+6=11           }
  • Allahu,
  • Ahad

 

Maqam pertama adalah  maqam al-muqarabbin , .

{Ini adalah Maqam Tariqat Naqshbandi }

 

 

  • Itulah makna Hu . { Ha=5 Waw=6, =11}
  • Ini adalah maqam terdekat di Surga .
  • Itu adalah maqam tertinggi .
  • Mereka memandang hakikat segala sesuatu di dunya ini sebagaimana itu diciptakan.
  • Hum alladhina yandhuru ila haqiqati…  Mereka memandang pada segala sesuatu dan mereka tidak melihat apapun kecuali Allah.
  • Apapun yang mereka lihat membawa mereka kepada hakikat Sang Pencipta.
  • Ini adalah penjelasan yang dalam.
  • Dalam maqam al-muqarabbin ini, mereka yang dekat, ketika mereka memandang segala sesuatu , mereka melihatnya pada bentuk paling mendasar (essential) dan bagian yang terkecilnya, itulah hakikat.
  • Lihatlah pada topi ini (Mawlana menunjukkan topi).
  • Ini adalah plastic.
  • Jika kamu memecahnya menjadi komponen yang membentuknya, kamu akan mendapati itu terbuat dari berbagai partikel (butir) yang berbeda, atom, yang menjadi satu dan membentuknya.

 

Ketika mereka melihat, mereka melihat pada elemen terkecil yang mungkin dilihat, dari mana itu dibuat.

 

  • Ketika mereka melihat kepada atom mereka melihat electrons dan energy itu yang tercipta, berputar mengelilingi inti (nucleus) dengan kecepatan cahaya.
  • Apa yang mereka lihat disana  – cahaya, energy.
  • Energy yang datang dari Bahr al-qudrat . {  Ba            lihat artikel tentang BA kunci Surga }

 

  • Memandang itu mereka tidak melihat apapun, rumah, gedung, air, gunung, mereka tidak melihat. Mereka hanya melihat ayat Allah. Ayat Allah dapat dilihat, sedangkan Allah tidak dapat dilihat. {  Ayat terbesar Allah adlah Sayedena Muhammad  }
  • Mereka melihat ayat ini yang membawa mereka kepada Sifat dan Nama Allah. Itu tergantung kepada berapa banyak elemen yang kamu punya dalam Daftar Periodik. Mungkin terdapat 200 atau lebih. Setiap element berbeda satu dengan lainnya. Jika kamu masuk dalam ke elemen internal, kamu akan mendapatkan struktur yang sama pada nucleus, protons, neutrons dan electrons.
  • Mereka hanya berbeda dalam jumlah partikelnya. Ini datang dari samudera energi (kuasa). Jadi mereka datang dari satu – dari satu Samudera Energi (Kuasa).
  • Itu yang membuat para Awliya’  tertegun. Segala sesuatu kembali kepada Allah dan segala sesuatu menjadi tidak dapat dimengerti (in-understandable). Itulah sebabnya mereka melihat diri mereka sebagai bukan apa apa (nothing). Mereka tidak melihat ‘keberadaan’, kecuali untuk Allah. Segala sesuatu hanyalah fana , illusi, (dalam proses) menghilang. Itu tidak tidak masuk akal  (does not make any sense) bagi mereka.

 

Jadi mengapa memusingkan sesuatu yang dalam proses menghilang. (Cukuplah) Jika mereka memiliki sesuatu untuk dimakan, satu atau dua butir kurma, untuk tetap beribadah. Mereka tidak peduli dengan kuda, unta, mobil, pesawat terbang atau kereta api. Mereka peduli untuk menutupi perut mereka dengan bebatuan, untuk tiga hari karena lapar sebagaimana dilakukan Nabi (s.a.w.). Dan gunung Uhud mendatangi Nabi (s.a.w.) dan berkata, “Allah memberi ijin saya untuk menjadi emas  untuk engkau agar dapat mendukungmu.” Dia  berkata, “kami tidak memerlukannya.” Itu adalah dunya yang akan hilang. Dimanakah orang yang seperti ini hari ini? Carilah mereka. Mereka tersembunyi. Jadi ketika mereka memandang hakikat Allah swt, mereka mendapati bahwa tak seorangpun dapat mengerti hakikat itu kecuali Allah. Jadi tak satupun dapat memahaminya – itu tidak mungkin. Ciptaan tidak dapat memahami Pencipta.

 

Maka mereka kemudian memperhatikan ciptaan Nya,

 

  • Dari hakikat maqam Hu  (‘ Qul Hu’ ), mereka memandang hakikat ciptaan itu dari Hu, { Insan Kamel}
  • Mereka melihat bahwa ciptaan itu tidak ada (does not exist), namun apa yang ada adalah Dia Sendiri.
  • Dia menggambarkan Diri Nya Sendiri sebagai Hu.
  • Artinya, “Kamu adalah abdi dan kamu tidak dapat memahami Aku.
  • Apapun yang Aku ciptakan di alam semesta tidak layak untuk dilihat.
  • Kamu harus melihat kepada Ku, namun ketika kamu melihat Aku, kamu tidak dapat melihat Aku, Itu tersembunyi, kamu hanya dapat melihat Sifat Ku, Nama Indah Ku.” { Nama ke 11 Rasul adalah Ya-Seen sebelas memperlihatkan 1,1  }
  • Jadi mereka tak dapat melihat, jadi apa yang mereka lakukan?.
  • Mereka mulai menggunakan jantung (qalbu) mereka dan pandangan (vision) yang diberikan Allah kedalam jantung mereka dan akal (intelligence) yang dikaruniakan Allah kepada pikiran mereka dan ketika menggunakan pikiran mereka, mereka melihat bahwa segala sesuatu menunjuk kepada Sang Pencipta.
  • Bagi mata mereka tak terdapat satupun yang tidak menunjuk kepada Sang Pencipta.
  • Memandang kepada suatu pujaan (patung) dan melihat itu menunjuk kepada Sang Pencipta, melihat kepada ukiran, mereka dibuat dari kayu, yang diciptakan Allah, kayu yang diciptakan Allah, kapas yang diciptakan Allah.
  • Itulah maqam muqarabbin .

 

Maqam kedua adalah Maqam Ashab il-Yamen.

 

  • Shahabat tangan kanan.
  • Wa ashabul yamani ma ashabul-yaman…wa fakihatan kathiratin…thulatun min al- awwalan…  (Surah al-Waqi‘ah)
  • Allah menghendaki mereka yang pada maqam ini untuk memahami qul Hu Allahu   Ahad .
  • Hu  digambarkan oleh Nama ‘Allah’  melalui Nama itu, semua Nama tak terhingga jumlahnya, berada dibawah namanya.
  • Ini lebih rendah daripada maqam pertama, maqam Hu.
  • Karena ashab al-yaman  dapat melihat, mereka dapat melihat satu sisi Ayat dari Pencipta, namun pada sisi lain dan mereka melihat ciptaan.
  • Mereka berada di antara nya – dengan Sang Pencipta dan dengan ciptaan.
  • Mereka melihat kedua sisi. Jadi Allah menggambarkan mereka dalam Surah al-Waqi‘ah sebagai duduk di antara,   “pohon lotus tak berduri…dan dalam sebuah teduhan yang ditarik panjang dan air yang mengalir tanpa henti dan buah buahan yang sangat banyak, bukan….pada sofa yang ditinggikan.”
  • Allah menggambarkan maqam kedua ini dalam Surah al-Waqi‘ah dalam banyak ayat.    Fa ashab ul- mash’amati ma ashab ul-mash’amat….  Mereka yang akan diberi catatan mereka pada tangan kanan betapa beruntungnya, karena mereka akan diberi catatn mereka pada tangan kanan nya … dalam taman nikmat …
  • Mereka beribadah kepada Allah di dunya, namun mereka menyeimbangkan dunya mereka dan       akhirah , melakukan amal untuk keduanya.

 

Itulah sebabnya Allah bersabda kepada mereka, untuk maqam pertama,     qul Hu,  para pencari maqam pertama ini memahami kata dari Hu  – janganlah melihat selain kepada Ku.

 

  • Maqam kedua Dia gambarkan dengan lebih terrinci– Dia memberi kepada mereka ini nama Allah.
  • Harus berbuat/beramal untuk dunya dan untuk  akhirah .  Asma  adalah untuk dunya.
  • Ar-Rahman, ar-Rahim, ar-Razzaq, al-Karim, dan seterusnya adalah dari/untuk dunya. Mereka menggambarkan apa yang kamu peroleh dari Allah swt.
  • Itulah sebabnya dalam tariqat, dalam  ahl as-Sunnah wal-Jama’ah .
  • Mereka membuat dhikr dengan Allah.
  • Pertama tama mereka memulai dengan la ilaha ill-Allah . Menolak ada sesuatu selain Allah. Jangan memuji dirimu sendiri.
  • Jangan beribadah kecuali kepada Allah.
  • Kemudia mereka menuju kepada dhikr “Allah.”
  • Ini adalah maqam yang lebih tinggi.
  • Kemudian maqam yang lebih tinggi yaitu ‘Hu’ dimana kamu tidak dapat melihat apapun selain Dia. Tak ada apa apa.

 

Maqam ketiga adalah Maqam  Ashab ash-shimal .

 

  • Ini adalah maqam yang lebih rendah.
  • Mereka ini mengatakan tedapat banyak tuhan dan banyak pencipta.
  • Mereka itu tidak beriman dan penyembah berhala.
  • Mereka mengatakan bahwa Allah memiliki seorang anak lelaki.
  • Mereka bukan monotheists (lawan tawhid).
  • Kemudian Allah harus bilang pada mereka bahwa tidak hanya ada Allah .
  • Dia memberitahu mereka bahwa Allah adalah  Ahad . Jangan disejajarkan apapun dengan Dia.

q

 

Hu adalah ghaib mutlak.

 

  • Allah kamu dapat memahami ayat ayat Nya.
  • Ahad  – katakan mereka bahwa Dia adalah satu, Dia tidak memiliki pasangan. Allah memberikan sebuah pesan yang kuat.
  • Jangan bilang bahwa Allah punya pasangan, punya sebuah sharak , atau seorang anak.
  • Tidak, Dia adalah Tunggal, Khas.

 

Tafsir yang ini dijelaskan sesuai dengan situasi politik dimana mereka tinggal. Ini dijelaskan secara bagaimana meng-analisa pengetahuan ini melalui hadith dan para shahabat yang berbeda dan ditaruh dalam makna ini. Namun tafsir modern  didasarkan pada topik sosial atau … tidak didasarkan kepada ilmu. Mereka menginginkan untuk memberikan pemahaman al Qur’an yang bisa diterima sesuai dengan situasi politik di mana mereka hidup. Kami memahami ini, itu baik baik saja. Namun itu tidak memberi hub al           akhirah .Itu akan membangun dirimu untuk menghentikan hasrat burukmu dan mengarahkan sasaranmu, tujuanmu dan harapanmu untuk mencari jalan untuk mencapai ma‘rifah .

 

Ma‘rifah  yang seperti itu sudah hilang kini. Mungkin mereka mengajarkannya di kelas tingkat tinggi dalam institut Sunni modern  Institut Sunni seperti al-Azhar. Itu mungkin dalam kelas untuk program PhD. Namun mereka bahkan tidak mengajarkan ini di Saudi Arabia. Bagi mereka tidak tersedia buku seperti ini. Kamu bisa mendapatkan Ibn Kathir, betul, karena dia terbatas dalam tafsir nya. Atau ibn Taymiyya. Namun buku traditional sudah hilang.

 

Bahkan dalam as-Suyuti yang bisa kamu dapatkan di Saudi Arabia. Mereka mengatakan jangan menghitung jumlah bacaan, itu adalah bida‘h. Dan saya menyebutkan hadith hadith ini dari Bukhari dan Muslim dan ini adalah Suyuti. Semua mereka menerimanya. Dan mereka membaca tiga kali, yang adalah sama dengan seluruh al Qur’n. Baca 11 kali ketika kamu pergi dalam perjalanan atau ketika kamu memasuki rumahmu, kekayaanmu akan bertambah dan memberi manfa’at tetanggamu. Dan jika kamu membacanya 200 kali maka kamu akan diampuni dosa 200 tahun. Mereka mengatakan : lakukan sebanyak yang kamu suka namun janganlah menghitung jumlahnya. Nabi (s.a.w.) mengatakan untuk menghitungnya. Dan Nabi (s.a.w..) biasa melakukan hal itu. Dia berkata, “Aku membaca sepertiga al Qur’n dan seperempat.” Namun kamu tak mendapatinya dimanapun. Semua hanyalah politik sekarang ini. Setiap hadith adalah politik atau neraka, hukuman, pembunuhan, berkelahi. Bicara tentang Rahmat Allah. Itu ada disama.

 

Itu adalah tanda tentang Hari Akhir. Mereka datang dan berkata “apa yang harus kita lakukan? Itu menjadi buruk bagi Muslims. Dan selanjutnya.:” Ini adalah benar. Segala sesuatu menentang Muslims kini. Di mana mana. Dan kamu tidak bisa menjamin dirimu sendiri lagi, jika besok sesuatu terjadi. Terjadi serangan besar besaran terhadap Islam. Itu adalah sebuah tanda bahwa ini akan terjadi. Akan ada suatu masa yang betul betul cuek sempurna.  Yauma al-jahl . Ilmu akan ditingkatkan. Kini mereka bilang mereka terlalu banyak menjual al Qur’an.

 

Namun mereka tidak lagi percaya kepadanya. Mereka bilang bahwa Islam adalah sebuah agama kekerasan. Dan Nabi (s.a.w.) menyebutkan itu. Mereka bertanya, “Apakah al Qur’an akan dibangkitkan?” Dia berkata, “Tak satupun ‘ulama akan meninggal”. ‘Ulama hari ini adalah ‘ulama politis. Mereka menerima uang. Mereka menerima uang dari wilayah (jemaah) nya. Itu adalah haram, itu tidak diterima. Apapun yang diktator katakan kepadamu untuk ditulis, kamu akan menulisnya. Nabi (s.a.w.) berkata, “ yakhruju waladun min awladi. Yamla al-ardu qistan wa ‘adlan kama mulayat dhulman wa jira.”  Terdapat banyak hadith tentang itu. Ratusan.

 

  • Dia akan datang sebelum Sayyidina ‘Isa. Dia tidak akan datang sebelum seluruh dunia dipenuhi ketidak-pedulian (ignorance). Sampai Sayyidina ‘Isa datang dan berkata “Islam adalah benar dan kamu salah.” Itu tidak akan datang sampai terjadi penguasaan (dominance) non-Muslims terhadap Muslims. Mereka mengatakan Islam akan datang dari barat dan menang. Jika begitu mengapa Mahdi dan Isa datang? Mereka datang untuk mengatakan kepada para musyrikin bahwa mereka salah, Islam adalah benar dan kamu salah. Dia akan mematahkan salib dan membunuh babi itu.

 

Jadi kini kita melihat sebuah invasi besar besaran terhadap Islam. Itu mendunia, dan mereka menuduh yang ini dan yang itu membesar-besarkan sesuatu. Mungkin bukan begitu. Itulah sebabnya kelompok pertama yang kami sebutkan, mereka tidak peduli. Tujuan mereka hanyalah Allah. Qalbu mereka untuk Allah. Raga mereka untuk Allah. Jiwa mereka untuk Allah. Apapun yang terjadi mereka tuli terhadap dunya. Maqam kedua seperti kita, ashab al- yamin yang berjuang. Tetapi kita memohon untuk tidak menjadi kelompok ketiga. Mereka yang diberi tahu Allah “Ahad ” Muslim Allah bersabda, “Allah” dan mereka bilang, “Ya, kami menerima.” Allah bersabda kepada para orang tak beriman. “qul Hu Allahu Ahad ” katakan Dia adalah Allah yang Satu. Dan mereka menolak. Para orang beriman harus menang. Itu artinya  bahwa pertolongan surgawi akan datang. Tak pernah ada serangan terhadap Islam seperti yang kita lihat sekarang.

 

Perhatikan sejarah. Tak pernah kamu melihat dari 1960 hingga sekarang hal seperti itu. Tentu ada sedikit disini dan di sana. Namun kini itu adalah mendunia. Apa itu ada urusannya dengan Bali? Siapa yang melakukan itu? Kita tidak tahu. Mereka katakan “Muslims.” Segala sesuatu disalahkan kepada para Muslim. Allahu  akbar. Jangan dipikirkan. Tugas kita adalah untuk menjaga diri kita sendiri. Bukan untuk bersama dengan orang ini atau orang itu. Ya Allah selamatkan kami. Kami adalah abdi Mu yang tidak berdaya. Selamatkan kami.

 

 

Abd as-Samad

 

  • Lam yalid wa lam yulad ” – “Dia tidak beranak ataupun dianakkan.”
  • Allah swt lam yalid . Dia memberi jawaban kepada mereka yang menyatakan bahwa malaikat adalah anak Allah atau mereka yang menyatakan bahwa Sayyidina Isa adalah anak Nya.
  • Atau mereka yang mengatakan bahwa  Dia mengambil Sayyidina Isa sebagai seorang anak.
  • Disini Dia menjawab mereka,  lam yalid , dalam bentuk kalimat masa lampau.
  • Dia mengungkapkan surah itu kepada Nabi (s.a.w.), mengatakan bahwa mereka yang menyatakan dalam masa lalu yang menyatakan bahwa Allah mengambil ‘Isa sebagai seorang anak,
  • Dia tidak pernah punya seorang anak lelaki dan bahwa itu berlawanan dengan Sifat Ketuhanan Nya, Rububuyya Nya.
  • Itumeniadakan Sifat Pencipta Nya dan Nama Nama Nya.
  • Dia tidak memerlukan apapun. Dia tidak memerlukan seorang isteri, Dia tidak memerlukan seorang anak. Dia tidak memerlukan seorang anak pada waktu yang lalu. Itulah sebabnya itu datang dalam bentuk kalimat masa lalu. Itu datang dalam bentuk madi  (kalimat masa lalu).
  • Dia tidak memerlukan memiliki seorang anak di waktu lalu,     lam yalid  – Dia tidak pernah punya seorang anak. Ini adalah betul betul berlawanan dengan sifat manusia. Dia mengingkari sifat memelihara anak atau bayi. Itulah, Ya Muhammad, tidaklah betul – katakan kepada mereka, beritahu mereka.
  • Wa lam y•lad . Dia tidak dilahirkan. Jika kita bilang walad, seorang anak, dia akan mengambil karakter sebagai ayahnya, sebagai ibunya, orang tuanya. Anak itu, seorang manusia, jika Allah memiliki seorang anak, dan membesarkan seorang anak, anak itu akan menjadi tuhan juga, dan itu tidak akan berakhir. Setiap orang akan melahirkan seorang anak dan itulah sebabnya Allah menciptakan kita. Dia tidak melahirkan dan tidak pula Dia dilahirkan dari seseorang yang lain. Barang siapa dilahirkan, akan dikemudian hari menikah dan melahirkan seseorang lagi. Itu terkait dengan bashr , karakter manusia, dan tidak lah mungkin menghubungkan itu kepada Karakter Ilahiyyah.
  • Karena Dia tidak pernah melahirkan atau dilahirkan. Untuk alasan itu, Dia tidaklah dalam hal apapun seperti siapapun lainnya.  Lam yakun lahu kufuwan ahad .
  • Atau lam yakun lahu kufuwan, ahad. Laysa ka-mithilihi shayyun wa Hu as-sami‘ul basir –      “Tidak satupun seperti Dia dan Dia Maha Mendengan Maha Melihat.”
  • Dia mendengar apapun yang kamu katakan, bahkan apa yang muncul dalam qalbumu.
  • Berhati hatilah, bahkan apa yang muncul dalam qalbumupun. Allah mendengar kemanapun kamu pergi        .
  • Hu sami‘un basirun . Dia mengamati kamu kemanapun kamu pergi. Kamera pengawas ini melihat kamu apapun yang kamu kerjakan dan mendengar apapun yang kamu kayakan. Allah tidak hanya mendengar suaramu, namun mendengar pula apa yang qalbumu katakan dan Dia mendengar yang darah dalam tubuhmu mengatakan “Allah” atau mengatakan lainnya.

 

Setiap tetes darah dalam dhikrullah. Lihatlah sini, bila mereka melakukan ultrasound, apa yang kedengaran?  Hu, Hu, Hu, Hu.  Perhatikan jantung membuat dhikr sendiri. Apakah itu yang kita dengar atau bukan? Jantung itu gtahu.  Ma wasi‘ani samau wa la ardi wa lakin   wasi‘ani qalbu ‘abdi al-mu’min  – Tidaklah langit Ku dapat menampung Alu, tidak pula bumi Ku, kecuali jantung/qalbu abdi Ku yang beriman yang bisa menampung Aku.”

 

  • Qalbu itu murni, itu berisi ‘arsh ar-Rahman. Namun kita membungkus nya dengan sifat buruk kita. Qalbu itu tidak pernah berhenti berdhikr, bertasbih  bagi Satu yang tidak ada satupun seperti Dia.
  • Lam yumathilahu wa lam yushakiluhu ahad . Tidak ada satu jalanpun bahwa sesuatu dapat seperti Dia, tidak mungkin.
  • Dia adalah Pencipta setiap diri.  Al-akifa. Dia tidak memerlukan sahiba.Lam yatakhida sahiban wa la walada.
  • Dia tidak mengambil teman wanita, atau pasangan wanita.
  • Kita harus menikah. Perhatikan beda antara abdi dan Sang Pencipta. Abdi mengejar kenikmatan. Aku membuatmu memerlukan hal itu. Semua kamu hidup untuk apa? Untuk kenikmatan. Makan dan minum dan banyak orang seperti itu di masa kini, ada orang yang mengambil botol (minuman keras), botol, vitamin e, vitamin a, vitamin z, aluminum, organic, organic, herbal…. Untuk apa? Untukkenikmatan mereka bukan? Apa kamu mengambil itu? Jika kamu di Pakistan kamu tidak memerlukan itu. Jika kamu berada di negara negara Arab kurma sudahlah cukup atau madu. Disini (Amerika) tidak begitu. Mereka harus memiliki obat obatan dalam lemari obatnya. Berapa banyak uang mereka ambil darimu untuk itu? Mereka menyiapkan pengobatan alternative. Mereka bilang kamu memerlukan calcium, zinc. Setiap orang untuk satu maksud, setiap pikiran manusia hanyalah untuk satu hal saja, ketika mereka akan melompat.      La haya fi al-din .

 

Tak seorang pun memikirkan tentang ‘ibadatullah, pengabdian murni. Orang saling membunuh  pada masa kini. Saling berkelahi satu negara dengan negara lainnya untuk kenikmatan dunya. Tiada hal lainnya. Nabi (s.a.w.) berkata, “ayahjazu ahadakum an tiqra al-Qur’n fee laylatun wahida?” Dapatkah siapapun diantara kalian membaca seluruh al Qur’an dalam satu malam. Fa qala ya rasul Allah man yutaqu dhalik. Itu sangat sukar. Satu ju’z memerlukan 15-20 menit untuk membaca satu ju’z. Seluruhnya perlu 600 menit atau 10 jam. Jika itu tidak mungkin untuk melakukan hal itu. An yaqra Qul hu Allahu ahad, thalatha marit. Jika dia membaca Qul hu Allahu ahad tiga kali.

 

Dan diriwayatkan bahwa Sayyidina Jibreel mendatangi Nabi (s.a.w.) ketika dia sedang dalam ghazwat tabak dan berkata, “Ya rasulAllah, Mawaiya ? bin al-muzni meninggal di Madina. Apakah kamu menghendaki saya melipat ruang untuk mu sehingga kamu dapat bershalat untuknya di Madina dalam sekejab?” Jibreel menepakkan sayapnya ke bumi dan membuat kedua ujung bumi beretemu dan Nabi (s.a.w.) shalat janaza baginya dan dibelakang beliau dua baris malaikat dan setiap baris terdiri atas 70,000 malaikat. Dan kemudian dia kembali ke Tabuk. Dan dia bertanya Jibreel, Bagaimana dia mencapai maqam seperti itu?” Jibreel berkata, ”karena cintanya kepada        Qul hu Allahu ahad . Dia membaca  ketika bepergian, datang, berdiri, duduk. Dengan itu Allah mengkaruniakan kepadanya pahala maqam tersebut.”

 

Itu disebut Surah al-Ikhlas karena surah itu mensucikan Allah     tentang tunggal Nya dan tentang tiadanya pasangan Nya. Da ikhlas  artinya itu akan menyelamatkan kamu dari hukuman. Ini adalah betul betul murni untuk ke-tunggal-an Allah swt. Dengan ini kita menyudahi Surah al-Ikhlas. Apapun yang disebutkan di sini itu adalah murni untuk akhirah , tiada yang untuk dunya. Itu disebut Surah al-Ikhlas  karena itu menyelamatkan pembacanya dari kesukaran pada saat kematian dan dari kegelapan kubur dan  dari kesukaran pada saat Hari Pengadilan. Semoga Allah mengampuni kita.

 

  • Kesempatan berikutnya kami menjelaskan tentang ‘Abd as-Samad.
  • Seseorang mendatangi Nabi (s.a.w.) dan mengeluh tentang kemiskinan. Nabi (s.a.w.) berkata,  “bila kamu memasuki rumahmu katakan salaam.”
  • Jika seseorang ada di dalamnya dan jika tidak ada, katakan kepada dirimu sendiri.
  • Dan bacalah sekali Surah al-Ikhlas.” Orang itu melakukan hal itu dan Allah menganugerahinya begitu banyak rejeki sehingga dia bisa membantu tetangganya
  • Mereka yang berada di bawah tajalli nama ‘ Hu’ adalah para muqarabin .
  • Bagi mereka tiada keberadaan (existence) kecuali Allah swt. Kemana pun mereka menghadapkan wajahnya di dunya, itu tidak berisi apa apa bagi mereka, kecuali ayat Allah. Mereka berada dalam   maq‘adi sidqin ,  maqam kesungguhan.

 

Nama nama yang mencerminkan Sifat Sifat memperlihatkan Ke-Tunggal-an Allah. Allah dan Nama Nama itu di bawah Dzat yang namanya adalah Hu.

 

 

  • Awliya  menganggap Hu adalah Nama tersembunyi Allah.
  • Kamu dapat mengatakan Hu  Allah.
  • Dan beberapa mengatakan dhikr al- Hu  – Satu Yang Tak Diketahui.
  • Itulah sebabnya terdapat tiga tingkat maqam.

 

Orang orang berada di bawah berbagai tajalli dari nama nama itu. Beberapa berada di bawah berbagai nama nama. Mereka menyediakan sebagian waktu untuk dunya, sebagian lagi untuk akhirah .Maqam ke tiga adalah ahad. Dia berkata, ‘ Qul hu Allah’ . Itu cukup bagi orang beriman. Namun para musyrikin tidak percaya, jadi Dia menambahkan penjelasan sebagai ahad. Khas. Tak tergambarkan.  ahad  menggambarkan kepada para musyrikin ‘jangan tersesat. ‘Kamu tidak dapat menyembah atau menggambarkan Hu itu secara sendiri.

 

  • Dia adalah ahad  dalam semua Sifat, dalam  Sifat Sifat Nya.
  • Itulah sebabnya mengapa Sayyidina Bilal terus menerus mengatakan, “ ahad ,  ahad .”
  • Bukan mengatakan “Allah, Allah.’ Dan kami menjelaskan makna Wahid  yang kesemuanya menunjuk/merujuk kepada Satu yang sendirian memegang  seluruh kuasa. Itu adalah sebagai peringatan kepada para musyrikin bahwa mereka telah menyimpang begitu jauh dari iman yang benar.
  • Ada mereka yang membuat dhikr dengan Hu  dan mereka yang membuat dhikr dengan Allah dan mereka yang menggunakan tahlil.
  • Mereka yang membaca dhikr dengan tahlil.

q

 

Mereka yang mencapai maqam tinggi, menggunakan Allah untuk dhikr. Itu melukiskan semua sifat sifat.Ketika mereka menggunakan level berikutnya , maka itu adalah nama (sifat) yang tak berhingga.

 

  • Dari maqam  Hu  terdapat sifat yang jumlahnya tak terhingga untuk mewakili satu di antara satu juta.
  • Mereka bilang bahwa ada anak lelaki tuhan atau mereka biasa mengatakan terdapat banyak tuhan, dan mengabdi kepada mereka semua. Mereka bahkan memberi makan para tuhan mereka itu. Saya melihatnya di jalanan di Indonesia (Bali).

 

Allah pada sisi lain adalah penyelenggara/menyediakan kebutuhan (Sustaine) segala sesuatu. Dia tidak memerlukan makan atau minum Jadi Allah swt bersabda, ‘ kana yakulani at-ta‘am ” mereka memerlukan makanan dan menggunakan kamar mandi.

 

  • Melalui nama itu as-Samad mereka mendapat ijin untuk rizq .
  • Karena Dia adalah Khas (Unique) dan Dzat Nya adalah Khas (Unique).
  • Itulah sebabnya ke-Khas-an Nya tidak dapat digambarkan.

 

 

Jadi itu menggambarkan Allah dikirimkan kepada maqam Ke-Esa-an Nya.

 

  • Itulah sebabnya di bawah as-Samad, datang semua nama/sifat

 

Dari as-Samad datanglah tiga ahli waris. Dalam setiap abad terdapat satu yang membawa manifestasi

 

‘Abd al-Ahad. ‘

 

  • Abd al-Ahad, dia membimbing orang [dalam kehidupan spiritual nya]. ‘Abd us-Samad dapat membimbing orang dan makhluk kepada kebutuhan pokoknya (sustenance).

 

 

 

Allah adalah Satu yang mengirimkan tajalliyat (jamak) ini, manifestasi agar supaya membimbing makhluk. Kami menciptakan  Nabi (s.a.w.) dapat memikul semua tajallis itu, dalam Laylat al-Isra wa al-Mi‘raj –  Perjalanan Malam dan Kenaikan. Karena tidak semua orang dapat memikul semua tajallis ini, maka dibagi bagi : satu khusus untuk sesuatu, lainnya untuk lain lagi. Itulah sebabnya kamu melihat perbedaan yang besar dari berbagai hadith yang berbeda dan apa yang dimengerti para Sahaba. Itu adalah rahmat untuk manusia. Ini adalah seperti pipa utama membawa seluruh banjir (aliran utama/besar), sedang masing masing jambangan memuat sebagian dari itu.

 

Sesuai dengan ukuran jambanganmu, Dia akan memberikanya. Dalam setiap abad terdapat ‘Abd al-Wahid, satu pergi, akan diganti dengan lainnya. ‘Abd al-Ahad. Itu adalah pemilik khas dari masa / zaman itu. Terdapat satu dalam setiap abad. Ka‘aba memiliki empat dinding, setiap sisi nya mewakili sesuatu. Tidaklah penting dinding Ka‘aba, yang penting adalah cahaya sucinya. Dimensi itu kamu tidak dapat melihat pentingnya, sangat penting. The Ka‘aba di bumi adalah cerminan dari Bayt al-Mamur di langit di mana para nabi (anbiya) shalat.

 

Terdapat kucuran cahaya dari Bayt al-Mamur ke Ka‘aba. Yang tiudak dapat kamu lihat.  Itulah yang kami sebut sebagai al-Qutb al-‘adham . Itu adalah qutb tertinggi di dunya. Khusus memegang kuasa atas semua qutb lainnya.  Qutb, qutb al-bilad, qutb al-irshad, qutb al-tasarruf, qutb al-aqtab.

 

  • The  qutb al-aqtab  menerima langsung qutb qutb itu .
  • Orang yang tinggal di selatan memerlukan sisi qutb yang menghadap selatan.
  • Orang yang tinggal di timur menghadap barat, orang yang tinggal di barat menghadap timur.
  • Jadi dimanakah qutb kelima?
  • Dia berada di hajral aswad.
  • Itu adalah maqam al-fardani , dan seorang wali selalu berada di batu hitam (black stone) itu.

 

 

Sayyidina Umar berkata kepada batu itu, “Saya mencium batu itu karena mengikuti Nabi (s.a.w.), karena saya lihat itu tidak memberi keuntungan ataupun bahaya.”

 

Sayyidina Ali berkata, “Apa yang kamu bilang? Batu itu akan membuat shahada bagimu pada Hari Pengadilan.”

 

Grandshaykh, dalam salah satu penampakan, diperlihatkan wali di belakang batu itu. Dia mencium batu itu dan melihat siapa yang berada di disitu.

 

Mawlana (Shaykh Nazim) dibawa oleh Grand Shaykh (Shaykh Dagestani) untuk mencium batu hitam itu. Diapun melihat wali itu yang berada di belakang batu itu. 1969 di Madinah Shaykh Adnan dan saya sendiri berada bersama Mawlana (Shaykh Nazim) ketika hajj dan ziyarah. Mawlana Shaykh Nazim membawa mereka berdua ke Rawdat ash-sharif. Kemudian kami keluar bersama Mawlana Shaykh dan dia belok kanan, antara dinding masjid Nabi (s.a.w.) dan beberapa meter, adalah sebuah jalan, ambil kanan. Di sana terdapat sebuah sekolah, maktabat Bukhari dari jaman Turkish. They keep a relic  there when Prophet (s) prayed with Sahaba. So they took us there and Grand Shaykh said, “I have been ordered to lead you in prayer here.” Immediately he began to pray and it was as if Mawlana Shaykh was there in front of the  Ka‘aba.

 

 

.

 

 

 

 

That is  qutbiyyat il-kubra .

That is like the  Ghawth , Sultan al- Awliya’ .

Yes so Grand Shaykh is  Sultan al- Awliya’  and Mawlana Shaykh inherited that.

.

And when he passed he said, “He has a name between Awl•y• , he is going to be called  Muayyad ad-d•n ” and we see that he says, “I am going to destroy kufr.” We wonder about that, but when All•h’s permission comes he will be given that power. He is unique in a given time and owner of that time, he has the       Qutb•yyat al-kubra . And his existence appears under  ismull•h al-•had .  Under  •had•yya .  •had  means uniqueness of All•h. That was message to unbelievers: “Don’t worship other than Me!” Ali?? nur that is given power  to defeat kufr by All•h.

 

 

His existence is unique. You cannot find any character like Mawlana Shaykh Nazim. He is special and unique. Grandshaykh was like that in his time, and grand Grandshaykh was like that, and so on back to the time of the Prophet (s).

 

  • Abd al- •had  is getting the tajall• of  W•hid , which is All•h.
  • W•hid•yya  – destroying kufr. Al-Wad•d, al-Kar•m, etc. describe that one. There is an  infinite number of names. And all creations are under the tajall• of one name.
  • Uniqueness is higher than that. ‘Abd al-W•hid – All•h has shown him a complete rainbow of Names as Attributes that He dressed him with in order to reach creation in what they need.
  • ‘ Abd us-Samad, under  samad•yya ,  is one who inherited from Prophet (s) from All•h the power of guiding people thru their lives to their sustenance and their        rizq  and their needs.
  • Abd al-•had takes them to spirituality.
  • He takes them from the level of ‘Abd al-W•hid to the level of the Prophet (s) who takes  them to the Divine Presence.

 

 

 

 

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s