DUDUK PERKARANYA atau Duduknya Perkara 2

Sutono b Joyosuparto

29 September 2011                                                                         

 

Jadi prinsip dasar Islam bukan dinyatakan dengan membangun negara Islam, atau dengan menerapkan ekonomi Islam, atau dengan memelihara ilmu Islam.

Prinsip Islam berwujud dan dikembangkan dengan membangun sebuah Lingkaran Keluarga yang sesuai dengan bentuk dan SOP (standard operating procedures atau tugas dan kewajiban masing masing anggota Lingkaran Keluarga itu), yang telah di-desain oleh Allah.

The Set Up

Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah. Ini adalah yang harus dijadikan prioritas pertama dalam setiap pengambilan keputusan dalam kegiatan kita sehari hari.

Manusia (bani Adam) diturunkan ke bumi sebagai Khalifah Allah untuk memakmurkan bumi. Ini adalah prioritas kedua dalam setiap pengambilan keputusan dalam kegiatan kita sehari hari.

Itu tadi adalah necessary conditions atau syarat yang diperlukan dalam setiap kegiatan. Tetapi itu tidaklah cuckup. Masih ada hal hal yang masuk ke dalam kategoti sufficient conditions (syarat yang mencukupi), yang sangat bervariasi bentuk nya, tergantung kita berada di mana dan apa yang akan kita kerjakan.

Kedalam set up yang seperti itulah dimasukkan unsur dan fungsi iblis, yang tugas utamanya adalah membujuk dan menggoda manusia (bani Adam) agar mengabaikan kedua syarat yang diperlukan (necessary conditions) tersebut di atas, dan agar kita hanya memperhatikan syarat yang mencukupi, yang umumnya bersifat pribadi, dalam tindakan kita.

Bila kita tergoda oleh iblis, maka kita akan menjadi calon bala tentara iblis. Bila kita sudah berbuat jahat dan mengajak orang lain berbuat jahat, maka kita sudah menjadi bala tentara iblis.

Bila manusia dibiarkan apa adanya dengan kelalaian-nya, maka iblkis di antara manusia seperti pemburu berada di Kebun Binatang, tinggal menembaki saja, tidak perlu lagi memburu. Semua akan diseretnya masuk neraka.

Maka dari waktu ke waktu Allah menurunkan/mengutus Nabi/Rasul Nya untuk mengingatkan manusia tentang berita baik dan peringatan mengenai hidup mereka di bumi ini. Terakhir Allah bahkan mengirim Rasul Pungkasan yang membawa desain Nya berupa sebuah lingkaran kekuasaan yang khusus yang bisa menjadi benteng (sanctuary, tempat perlindungan) terhadap godaan iblis, yaitu Lingkaran (Kekuasaan) Keluarga. Kawasannya adalah rumah yang dihuni keluarga itu, apapun status rumah itu : sewa, kontrak atau hak milik. Apapun kualitas fisiknya : gubuk atau rumah mewah.

Agar pasangan lelaki dan perempuan yang tinggal dalam rumah itu layak berada disitu sebagai unsur/elemen dari Lingkaran Kekuasaan Keluarga, maka mereka harus melalui sebuah ritual yang disebut akad nikah, dimana ayah mempelai wanita menyerahkan hidup (dunia akhirat) selanjutnya anak nya itu kepada lelaki pilihannya. Dan dalam peristiwa akad nikah itu Allah mengirimkan ribuan malaikat unuk menjadi saksi, sebagai wujud bagaimana besar perhatian Allah terhadap peristiwa itu (transfer tanggung jawab). Kalau Allah saja menganggap demikian, maka selayaknya kita harus lebih lebih lagi menilai tinggi makna sebuah perkawinan. Tidak ada cerita Allah mengirim malaikat untuk menjadi saksi ketika seorang calon presiden dilantik MPR.

Dan lelaki menjadi Kepala Keluarga, yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesejahteraan seisi rumah itu. Lelaki juga bertanggung jawab memelihara dan menjaga keselamatan keadaan fisik rumah. Tugas dan kewajiban suami isteri dinyatakan secara rinci dalam al Qur’an. Intinya seluruh penghuni Lingkaran Keluarga itu hendaknya tunduk dan patuh kepada Kepala Keluarga (dalam bahasa Arab, Kepala Keluarga itu dkisebut juga sebagai rabb).

Lingkaran Keluarga Pengantin Baru

Sebetulnya apa yang ada di dalam Lingkaran Keluarga pengantin baru, sehingga Allah mem-fungsikannya sebagai benteng terhadap gangguan Iblis? Kalau pasangan pengantin baru itu graduate atau tamat pendidikan dalam keluarga asalnya masing masing dan menjadi shalihin dan shaliha, ya tidak menjadi soal. Otomatis Lingkaran Keluarga yang terbentuk oleh mereka akan menjadi benteng yang tangguh.

Tetapi karena tentang urusan shalihin dan shalihat ini umumnya hanya dikenal istilah nya tanpa diketahui apa persisnya maknanya, maka dapat dikatakan bahwa kemung kinan adanya pasangan suami isteri yang siap tempur (terhadap serbuan iblis) seperti itu adalah kecil sekali.

Lalu apa ciri khas pengantin baru? Mereka tidak egois, mereka tidak lagi hanya memikir kan kepentingan diri sendiri, seperti ketika mereka belum menikah. Bahkan kini mereka bersedia berkorban demi pasangannya itu. Rasa/sikap seperti ini adalah embryo atau cikal bakal dari sikap ikhlash. Istilah ikhlash diterapkan kepada sikap seseorang yang mengerjakan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan. Biasanya itu ditambahi dengan kalimat : hanya mengharapkan ridha (suka cita) Allah terhadap yang dilakukannya itu.

Biasanya orang melakukan sesuatu jika itu ada manfa’at buat dirinya. Ini yang namanya egois. Dalam halnya pengantin baru, mereka melakukan sesuatu bukan buat dirinya. Cukup asal itu membuat pasangannya suka cita. Bukankah itu sudah setengah langkah untuk menjadi ikhlash? Jika dua orang (berjama’ah) setengah langkah menuju ikhlash, kalau diamplifikasi dilapatgandakan (27 X ?) cukup untuk membentengi Lingkaran Keluarga pengantin baru itu terhadap gangguan iblis.

Iblis membanggakan dirinya sebagai abdi Allah yang taat. Hanya karena diperintah untuk bersujud kepada makhluq lain yang dianggap lebih rendah dari dirinya, maka membangkanglah dia. Ya hanya sekali itu. Selain itu dia tetap taat kepada Allah. Tentu saja Allah tahu tentang ini. Kalau tidak, mustahil Allah memberi batasan kepada iblis agar tidak mengganggu abdi Nya yang mukhlashin, orang orang yang ikhlash  (QS 38:83). Ini agar manusia tahu apa yang harus dilakukan, atau apa syaratnya, agar bisa bertahan terhadap gangguan iblis.

Namun lewat dari bulan madu pasangan suami isteri itu umumnya mulai kembali ke kelakuan “normal” mereka, bila mereka lalai dan tidak mau melanjutkan gelar pelajaran cinta Allah sebagaimana dimaksud dengan ayat 24-25 Surat Ibrahim. Mereka hendaknya segera berusaha sekuatnya merubah cinta kepada pasangan menjadi cinta kepada Allah, minimal sebagai bentuk syukur telah dijodohkan dengan pasangan/soul mate mereka. Perubahan itu paling mudah pada masa bulan madu tersebut, sebelum timbul persoalan antara keduanya. Kalau ini sudah dicapai, maka menjadi ikhlash itu adalah otomatis.

Membesarkan Anak

Semua orang tahu kita hendaknya membesarkan anak anak yang shalih dan shaliha. Tapi hal itu tidak pernah diperinci sebetulnya bagaimana atau siapakah shalihin dan shaliha itu? Mereka itu adalah orang orang yang qalbunya tidak pernah berhenti menyebut Allah. Karena perintah dzikir itu adalah sebanyak banyaknya, bukan sebagus bagusnya, artinya tidak penting pemahaman tentang apa yang disebutnya itu. Dikatakan bahwa dua orang yang sama sama menyebut Allah isi yang sampai ke qalbu mereka tidaklah sama.

Manusia adalah makhluk kebiasaan. Kalau anak sejak kecil dibiasakan untuk menyebut kan Allah di dalam hatinya, maka itu akan menjadi kebiasaan yang baik.

Tetapi rupanya waktu sudah sangat sempit. Maka dengan cinta Nabi s.a.w. yang sangat besar kepada ummatnya, malalui Mawlana dibukakan rahasia kalimat :” Athi`ullaha wa athi`u ‘r-Rasuula wa uuli ‘l-amri minkum” (QS 4:59). Sesungguhnya untuk mencapai level yang diperlukan agar bisa menyambut datangnya Imam Mahdi, seseorang hendaknya melakukan 500 perintah (maamuurat), kewajiban yang Allah perintahkan kepada kita dan ada 800 manhiyyaat, larangan yang harus kita tinggalkan, setiap harinya.

Nah dengan membaca kalimat tersebut (QS 4:59) 100 X setiap hari, seolah olah kita telah memenuhi ketentuan tersebut !!! Selamat berjuang.  Allah ‘Alam.

Alhamdulillah.

Astaghfirullah.

 

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s