Siapakah Para Shalihin?

Siapakah Para Shalihin?

 

As salamun alaikum,Siapakah para shalihin ? Al Qur’an mengatakan (QS2!:105) shalihin akan menjadi ahli waris Dunia. Nabi Yusuf a.s. menginginkan bersama para shalihin di Akhirat (QS12:101). Nabi Muhammad s.a.w. berbicara (membawa) tentang mereka di hadhirat Allah, ketika isra’ mi’raj. Apa yang terjadi dengan para muslims, mu’mins, mutaqqin, shabirin, syakirin?

 

Al Qur’an sering menyebutkan analogi guna memahami suatu masalah yang sulit, dapatkah saya melakukan hal yang sama untuk memahami siapakah para shalihin itu? Terdapat kemiripan antara Hukum Kedua Thermodinamika dan isi Surat Wal Ashr. Salah satu bentuk Hukum Kedua Thermodinamika menyebutkan bahwa dalam suatu proses (yang tentunya menyangkut waktu) suatu sistem akan merugi (= Entropy nya meningkat; sedangkan Entropy adalah ukuran kekacauan (chaos), dengan kata lain itu adalah hilangnya potensi yang manfa’at), kecuali jika prose itu adalah proses reversibel. Dan suatu proses adalah reversibel jika selama berlangsungnya proses, system itu selalu berada dalam kontak dengan suatu sumber yang infinit (tak berhingga).

 

Dipihak lain Surat Wal Ashr juga menyatakan bahwa seorang manusia (dapat dianggap sebagai sebuah system tertutup) sebagai suatu fungsi waktu (adalah suatu indikasi adanya suatu proses) adalah merugi, kecuali bila dia menekankan imannya, dan melakukan amal shalih, dan  mengajak orang lain kepada benar bersamanya dan mengajak orang lain bershabar bersamanya.

 

Jadi amal shalih “setara” dengan melakukan sesuatu dalam kondisi  selalu dalam keadaan kontak dengan Sumber Infinite (tak berhingga), yang tiada lain adalah Allah. Fakta yang menarik adalah kedua “hukum” menggunakan kalimat “… dalam keadaan merugi, kecuali…”, namun tidak menyebutkan apapun terkait dengan untung. Mengapa? Alasan dalam dunia fisika, karena energy tidak dapat diciptakan. Hanya berubah bentuknya. Hukum kekekalan energy. Sedang dalam dunia manusia, untung itu hanya datang dari Allah, bukan karena upaya manusia. Jadi shalihin adalah mereka yang selalu dalam kesadaran selalu kontak dengan Allah, bila itu belum dapat dilakukannya, maka menjadi kesadaran kontak dengan ruhaniah Nabi s.a.w., atau jika itupun belum dapat dilakukan , maka menjadi kesadaran kontak dengan shaykhnya, dalam apapun yang dikerjakannya. Seperti halnya projectile yang dilemparkan/ditembakkan, yang selalu dalam kontak dengan gaya gravitasi bumi.

Contohnya, ketika Nabi Yusuf a.s. masih muda (jadi belum diangkat menjadi Nabi, saya menduga pengangkatan beliau sebagai Nabi terjadi setelah beliau di”paksa” oleh Allah agar ‘itikaf di pejara) dan mendapat ujian hidup, beliau selalu berhubungan batin dengan ayahnya, Nabi  Yakub a.s.. Begitulah ketika digoda oleh Zulaiha pun, beliau langsung membayangkan ayahnya, agar mendapat pertolongan.

Apa betul begitu?

 

Salam

 

Sutono

 

Catatan : Tulisan ini (aslinya dalam bahasa Inggris) sudah saya kirimkan pada tanggal 19 Mei 2011  ke Dr.Mateen Shiddique (atau shaykh Tahir) dan shaykh Gibril, ke jaringan pribadi mereka, karena terlalu panjang untuk di tanyakan ke http://www.eShaykh.com.  Dan dalam bentuk Hukum Thermodinamika sudah dikirim ke milis pada bulan Desember 2010.

 

Dan tadi subuh di CMN TV Mawlana Shaykh Hisham Kabani menjelaskan shalihin adalah mereka yang tidak pernah memalingkan muka mereka (jantung atau qalbu?) dari Allah, apapun yang mereka kerjakan. Alhamdulillah, terima kasih Mawlana telah memberi tahu saya tentang shalihin ini terlebih dulu, lewat komunikasi non verbal. Tentu saja ini hanya baik sangka saya (atau GR) saja.  

 

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s