Ridha Allah

Allahuma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad wa salam. Al Fatiha.

Seingat saya ketika masih kecil dulu, cita cita semua orang berbuat baik itu agar supaya masuk surga. Surga digambarkan sebagai tempat yang sangat menyenang kan, yang tiak bisa digambarkan bagaimana tepatnya. Al Qur’an beberapa kali hanya menyebut sebagai taman yang mengalir sungai di bawahnya, dan kita kekal di dalamnya.

Tetapi kini cita cita itu sudah dianggap kuno, atau tak lagi relevan. Sekarang apapun yang kita lakukan adalah untuk mendapatkan ridha Allah. Lalu apa sih sesungguhnya ridha Allah itu? Mengapa tidak dirinci seperti apa tindajan dan sikap yang bisa menimbulkan efek itu, ridha Allah itu? Yang bisa saya mengerti, ridha itu artinya adalah suka cita. Dan tentunya ridha Allah adalah suka cita Allah. Dengan memperhatikan Sifat atau Attribute Allah yang diperkenalkan kepada manusia : Al Qur’an menyebutkan 99 asmaul husna, Injil (aslinya) menyebutkan 901 asmaul husna, dan Taurat menyebutkan 2000 asmaul husna, seluruhnya 3000 Attribute. Dan tentunya sesungguhnya asma ul husna itu tak terbatas jumlahnya. Saya hanya pernah membaca yang 99 Nama itu yang tercantum di al Qur’an plus Allah, jadi seratus Nama.

Meskipun saya bukan ahli bahasa Arab dan tidak pernah membaca seluruh 3000 Nama tersebut, saya meyakini tak ada satupun nama yang menggambarkan bahwa Allah adalah penyiksa atau suka melihat makhluq Nya menderita atau bersedih hati. Ada kisah Nabi Musa a.s. yang diperintahkan Allah S.W.T. membuat guci (gentong) sebaik dan seindah mungkin.  Setelah dia a.s. dengan susah payah membuat 20 buah guci yang cantik cantik, Allah lalu memerintahkan Nabi Musa a.s. untuk menghancurkan semua guci guci itu. Betapa menyesalnya dan sedihnya dia mendapat perintah itu. Setelah dia selesaikan perintah penghancurkan guci itu, Allah berkata :”Apa yang kamu rasakan itu, adalah yang juga Aku rasakan ketika harus memasukkan makhluq Ku ke neraka atau ke tempat hukuman lainnya.”

Jadi menurut saya Allah akan suka cita kepada kita, syaratnya adalah kalau kitapun juga suka cita ketika melakukan perintah Nya maupun ketika meninggalkan larangan Nya. Dan ketika melakukan apapun dengan membaca al Fatiha, kitapun selalu dalam keadaan suka cita, tanpa mengeluh atau tidak nampak ogah ogahan, itulah syaratnya Allah akan ridha kepada kita dan yang kita lakukan dan kita perbuat.

Kalau dipikirkan kita sebagai abdi sesungguhnya tidak banyak tugas kita, dibandingkan dengan hadiah atau imbalan yang kita terima sebagai makhluq Nya. Maka tak heran kalau Mawlana menyerukan kepada kita semua agar “Don’t worry, be happy”, seperti lyric lagu  Billy Rae Cyrus. God loves you and be well pleased with you, if you are also are please with what you are doing that is good.

Bi hurmati Habib. Al Fatiha

14 September, 2010

sutono saimun joyosuparto

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s