Mengingat Mati

Allahuma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad wa salam. Al Fatiha.

MSN mengatakan agar kita mengingat mati minimal 3 kali sehari. Seperti makan obat begitu. Yang dua kali sudah tercakup dalam Buku Ibadah Harian Naqshbandi.  Pada saat maghrib disisipkan Shalat Jenazah Ghaib. Formalnya itu untuk men-shalatkan ummat Muhammad yang mungkin tidak sempat dishalatkan karena situasinya tidak memungkinkan. Dan ini sangat banyak terjadi di dunia ini. Disamping kita mendapat hadiah dari shalat ini, sekaligus ini juga dapat mengingatkan kita sendiri tentang datangnya saat itu. Juga kita bisa menyelipkan doa semoga kita tidak perlu mengalami nasib seperti mereka yang tidak sempat dishalatkan ini.

Satu lagi bukan berbentuk shalat, namun semacam kita latihan meletakkan tubuh seperti ketika nanti kita dikubur, yaitu miring ke kanan dan muka menghadap kiblat. Sambil membaca satu set kalimat yang isinya antara lain mengingatkan bahwa (raga) kita berasal dari bumi dan akan dikembalikan ke bumi.

Yang ketiga saya sempatkan untuk melakukannya ketika mau tidur (betul betul mau tidur leees..).  Pertama ambil wudhu. Lalu membaca kalimat berikut ini :

Ya Allah saya serahkan diriku kepada Mu;

Saya kembalikan seluruh urusanku kepada (pengelolaan) Mu;

Hasbun Allah wa ni’mal wakil ni’mal mawla wa ni’mal nashir;

La haula wa la kuwata illa bi Allahi l-Aliyil Adzim;

Ampunkan Ya Allah apa apa yang saya kerjakan (yang harusnya tidak);

Ampunkan Ya Allah apa apa yang tidak saya lakukan (yang harusnya saya lakukan);

Ampunkan skala prioritas yang saya terapkan;

Jadikanlah tidurku ini tidur yang menyegarkan; tidur yang memulihkan kekuatan; tidur yang adalah saat saat Engkau menghapus dosa kesalahanku dan membuang sifat burukku; tidur yang ibadah penuh, karena Engkau angkat ruhku ke Arsy dalam posisi sujud kepada Mu, sampai Engkau ridha menghidupkan aku kembali setelah matikan aku Ya Allah.

Kemudian baca Allahu Akbar 34 X; Subhan Allah 33 X; Alhamdulillah 33 X; al Ikhlash 11 X.

Sambil membaca al Ikhlash ini kita scan seluruh urusan yang kita serahkan kembali kepada Allah (anggota keluarga, dan seluruh asset yang dipercayakan kepada kita).

Barulah tidur.

Begitu bangun lalu kita baca al Fatiha 1 X dan al Ikhlash 1 X, sambil menyatakan siap menerima kembali tanggung jawab atas apa apa yang dipercayakan Allah kepada saya. Allah ‘Alam.

Ya Allah ampunkan kami yang telah mendzolimi diri kami sendiri. Bi hurmati habib. Al Fatiha. Alhamdulillah. Astaghfirullah.

Jakarta, 20 Agustus 2010

Sutono Saimun Joyosuparto

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s