Surat Fatiha Tape 3

Tafseer Surat al-Fatiha (3)

Shaykh Hisham Muhammad Kabbani

Basmala

“Bismillah ir-rahman  ir-raheem”. Beberapa ‘ulama mengatakan bahwa kalimat ini adalah sebuah ayat (ayah) yang diungkapkan secara tersendiri. Beberapa ‘ulama lainnya mengatakan bahwa itu adalah sebuah bagian dari al Fatiha. Untuk alasan inilah beberapa madzab (alur pemikiran) menghubungkan Bismillah ir-rahman  ir-raheem dengan al Fatiha ketika mereka shalat. Yang lainnya tidak menghubungkan begitu, namun sebagai gantinya membacanya secara terpisah. Mereka ini tidak menganggapnya sebagai bagian dari al Fatiha. [1]

Basmala ini adalah rumus yang dengannya penyembelihan menjadi diijinkan. Allah bersabda, “Dia hanya telah melarang bagimu daging mati, dan darah, dan daging babi, dan daging/ makanan yang nama lain telah dimintakan disamping Allah.” [2:173] Dan Dia swt bersabda, “Sebutkan nama Allah atas apa yang Dia telah menyediakan bagimu dari binatang ternak, dan makanlah itu dan berilah makan peminta minta dan yang memerlukan ” [22:34]. Nabi (s.a.w.) biasa membaca “Bismillah, Allahu Akbar!” ketika menyembelih.[2] Dan dia (s.a.w.) berkata, “Jika kamu menyuruh anjing anjing  pemburumu yang terlatih dan sebutlah nama Allah, kemudian, jika mereka menangkap buruan, makanlah (dari padanya)...”[3]

Orang orang berkata kepada Nabi (s.a.w.), “Ya Rasul Allah’! Inilah orang orang yang baru baru ini memeluk Islam dan mereka membawa daging, dan kami tidak tahu apakah mereka telah menyebut Nama Allah ketika menyembelih binatang itu atau tidak.” Nabi (s.a.w.) menjawab, “Kalian harus menyebut Nama Allah dan makanlah.” [4]

Al-Bara’ melaporkan bahwa bilamana Rasul Allah (s.a.w.) pergi tidur, dia (s.a.w.) berkata:” Ya Allah, adalah dengan Nama Mu saya hidup dan adalah dengan Nama Mu saya mati.” – “bismik-allahuma ahyaa wa amut.[5]

Bismillah’ adalah kunci kepada setiap tindakan bagus, dan sebuah perlindungan, bahkan dalam masalah seperti hubungan sex antara lelaki dan perempuan. “Tidak terdapat kesungkanan dalam agama”, Nabi (s.a.w.) berkata, maka segala segi kehidupan dibicarakan dalam Islam. Ibn `Abbas (r) melaporkan bahwa Rasul Allah (s.a.w.) berkata: “Jika di antara kalian berniat kepada isterimu dia harus bilang: ‘Bismillah, Allahumma jannibna ash-shaytan, wa jannib ash-shaytana ma razaqtana’ – ‘Dengan nama Allah. Ya Allah lindungi kami terhadap Satan dan jauhkan Satan dari dia yang Engkau karuniakan kepada kami.’ Jika Dia menghendaki/memerintahkan seorang anak bagi mereka, Satan tidak akan dapat melukai/membahayakan anak itu.”[6]

Bismillah ir-rahman  ir-raheem adalah kunci kepada al Qur`an. Hiya miftahul Qur`an – itu adalah pembukaan dari al Qur’an. Bismillah ir-rahman  ir-raheem dapat membuka semua rahasia dan semua pengetahuan yang diungkapkan Allah (swt) dalam al Qur`an Suci. Huruf pertama yang ditulis oleh Pena pada Lawh il-Mahfouzh, Plaket (Ukiran Tulisan)  Yang Tak Terjamah, adalah Bismillah ir-rahman  ir-raheem. Kata kata pertama yang diucapkan Adam (as) adalah Bismillah ir-rahman  ir-raheem. Bahkan para kaffirun akan membaca ‘Bismi’. Sebagai gantinya ucapan Bismillah mereka akan membaca Bismil-laata wal ‘uzza[7]. Itu adalah tuhan tuhan mereka, sesembahan mereka.

Allah (swt) mengungkapkan kepada Nabi (s.a.w.) bahwa mereka harus mengatakan Bi Ismillah aqoolu ar-Rahman ar-Raheem (Dalam Nama Allah). ‘Alif’ dan kata “aqoolu” telah dibuang atas alasan aturan grammar Arab. Dikatakan Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem. Itu digunakan sebagai Bismillahi aqra`aw Bismillahi atlu (“dalam Nama Allah saya baca”).

Shaykh Isma`il al-Haqqi berkata:

“Kullu `uloom bil kutub al arba`a wa `uloomuha fil Qur’an.” – “Dikatakan bahwa semua pengetahuan yang Allah karuniakan kepada manusia dalam alam semesta ini terdapat dalam kitab suci: az-Zabur (Psalms), Taurat (Torah), Injeel (Gospel atau Testament Baru), dan al Qur’an Suci”.

Wa `uloomul Qur’an bil Fatiha. Wa `uloom ul-Fatiha bil-basmala. Qad `awda Allah jam`iyyal ‘uloomi fil Ba bi Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem.” – “dan pengetahuan lengkap al Qur’an Suci terdapat di dalam al Faatiha. Dan semua pengetahuan dalam al Fatiha terdapat dalam Basmala (Bismillah ir-Rahman ir-Raheem). Dan semua pengetahuan dalam Basmala terdapat dalam huruf ‘ba’ (harful ba). Hikmah dari tiga kitab suci lainnya ada dalam al Qur’an Suci, Inti dari itu semua ada dalam al Fatiha yang maknanya berada dalam Basmala.”

Dikatakan bahwa semua pengetahuan yang Allah (swt) ungkapkan ditempatkan di dalam ‘ba’, huruf pertama Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem.

Allah bersabda, “Bee kaana wa yakoon” – “Dalam Aku, yaitu melalui Kuasa Ku, semua menjadi ada dan semua terus ada.” Bi dibentuk dari dua huruf ‘Ba’ dan ‘Ya’. Dan Dia bersabda, “Bee kaana ma kaan wa bee yakoon ma yakoon.”

Huruf ‘Ba’ adalah seperti sebuah kapal dengan titik itu, ‘nukta’, di bawahnya. ‘Ya’ menunjuk kepada Allah (swt). Dengan Aku (“Bee”) apa yang akan jadi, akan jadi – apapun yang terjadi , terjadilah, dan apa yang sudah, sudah. Itu adalah sebuah pengertian sedikit tentang ungkapan bahwa semua pengetahuan berada dalam ‘Ba’. Itulah sebabnya mengapa huruf pertama al Qur`an Suci adalah ‘Ba’ itu.

Shaykh al-Haqqi berkata, “Keberadaan seluruh alam semesta dan semua yang ada di dalamnya adalah di dalam ‘Ba’ itu.” Itu karena ‘Ba’ adalah bersama Allah (swt).” Adalah Dia yang memegang/membawa huruf itu.  Dengan ‘Ba’ itu Dia menciptakan seluruh alam semesta. Seseorang berkata, “Maa nadharru shayan illa wa r`aytullaha feeh” – “Saya tak pernah melihat sesuatu tanpa melihat suatu tanda Allah (swt)  di situ.”Ar-Rahmaan ar-Raheem Page: 3
Non sequitur  (tidak berasal mula)?

Shaykh al-Haqqi berkata, “Wa `allam anna ar-Rahmata min siffat idh-dhaat wa huwa iraadatuhu isaal ul-khair wa daff`u sharr” – “Hendaknya diketahui bahwa ar-Rahmah, Maha Penyayang, adalah Sifat (Attributes) dari Dzat (Essence). Allah (swt) menghendaki bahwa kebaikan (khair) mencapai abdi Nya, dan bahwa kejahatan (sharr) dijauhkan dari mereka.” Itulah sebabnya Dia swt bersabda jika mukmin menghendaki kejahatan dijauhkan dari nya, dia harus membaca, “A`udhu billahi min ash-Shaytan ir-rajeem.” Ketika dia berkata “A`udhu billahi min ash-Shaytan ir-rajeem”, dia membuang Shaytan dari qalbunya dan mendekati Allah (swt). Dia melanjutkan dengan mengatakan Bismillah ir-rahman  ir-raheem.

Setiap perbuatan ( ‘amal) yang seorang mukmin hendak lakukan harus dimulai dengan mengatakan,  “A`udhu billahi min ash-Shaytan ir-rajeem”. Itu adalah sebuah permohonan kepada Tuhan nya untuk perlindungan, istighaatha (mencari sebuah cara/jalan) dan madad (dukungan). Dia mencari perlindungan dalam Allah (swt) terhadap Shaytan ir-Rajeem. Allah (swt) membuang Shaytan ar-Rajeem dengan membuka bagi mukmin itu “Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem. Hakikat ilmu berada dalam ‘Ba’ akan terbuka. Ketika melakukan apapun, besar atau nampak tak berarti mukmin itu harus memulainya dengan ungkapan itu. Sebagai contoh ketika akan mereguk minuman air, mukmin itu harus berkata, “A`udhu billahi min ash-Shaytan ir-rajeem, Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem”. Sesudah ini Shaytan tak dapat mengambil baraka dari air nya itu.

Yahya menceritakan kepada ku dari Malik dari Abu Nuaym bahwa Wahb ibn Kaysan berkata, “Rasul Allah, s.a.w., dikirimi makanan sementara anak angkat/tirinya Umar ibn Salama bersama dia. Rasul Allah, s.a.w., berkata kepadanya, ‘Katakan “Bismillah,” dan makanlah apa yang berada di hadapan mu.’ [8]

Grandshaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani berkata:

“Tanpa mendahului tindakan dengan ‘Bismillah ir-Rahmaan ir-Raheem’ tidak ada kebaikan dapat datang dari situ. Maka Shaytan mencoba untuk mengganggu (sebanyak tujuh puluh kali) seorang mukmin yang sedang membacanya agar supaya merusaknya. Karena untuk melupakan ‘Bismillah ir-Rahmaan ir-Raheem’ adalah melupakan Allah, dan tanpa mengingat Allah tak ada tindakan yang memiliki sebuah fondasi atau sebuah dukungan.”

Tanda terbesar rahmah Allah (swt)  adalah penciptaan alam semesta dan kemanusiaan – khalqil makhlooqaat. Dari Rahmah Nya, yang tersambung kepada Dzat Nya, adalah Sifat (attribute) ar-Raheem dan penciptaan al-khalq (semua ciptaan, antara nya adalah manusia). Jika Allah (swt) tidak Raheem, maka manusia tidak akan dikenal. Ketika Dia menciptakan sesuatu, itu menjadi diketahui. Dia menghendaki ciptaan itu tahu tentang  Dia. Dia bersabda, “Aku menciptakan ciptaan agar supaya mereka tahu  Aku.” Jika kemanusiaan tidak diciptakan dia tidak akan tahu Allah (swt). Dari sifat (attribute) Dzat Nya (siffatur Rahmah adh-Dhaatiyyah) gambaran tentang Rahmah Nya adalah penciptaan kemanusiaan. Dengan menciptakan dia, Dia membuat manusia mencapai apa yang diketahuinya. Tanpa menciptakan manusia, Dia akan tetap menjadi tak diketahui. Dari Rahmah Nya Dia menciptakan manusia.

Nabi (s.a.w.) berkata, `Inna lillahi `edur Rahma. ‘ata Wahidatan minha li `ahl id-dunya wad dakhala tis’an wa tis’eena `ilal `aakhira yarhamu bi naa’imat “Allah (swt) memiliki 100 Rahmah. Dia memberikan satu rahmah kepada semua ciptaan di dunya dan menyisakan  sembilan puluh sembilan rahmah untuk akhirat agar supaya mengampuni abdi Nya.” Semua kehidupan ada (exist) dengan jalan rahmah tunggal ini. Terdapat begitu banyak kebahagiaan hadir di dunya dari hanya rahmah tunggal itu, sehingga seseorang dapat membayangkan sisa sembilan puluh sembilan rahmah untuk `aakhira dan Hari Pengadilan itu seperti apa.

Seluruh ummat Nabi  Muhammad (s) (`ummatun Naby (s) jami’an) akan dilindungi oleh sembilan puluh sembilan rahmah ini. Sepanjang orang itu mengatakan, “La `ilaha `illallah, Muhammadan Rasool Allah” dan mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadan dan pergi hajji jika mereka mampu, mereka akan berada di Surga di bawah sembilan puluh sembilan rahmah itu. Barakah ini berasal dari Sifat (attribute) ar-Rahman Allah.

Allah menggambarkan dua jenis kasih sayang (mercy) dalam “Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem”. Mereka itu bentuk umum dan bentuk khusus (ar-Rahmat al-‘aama wal-khaasa). Kasih sayang umum adalah untuk setiap orang, dan yang khusus adalah untuk beberapa yang terpilih. Dalam `aakhira Allah (swt) akan mengampuni orang Islam (`ahlul-Islam) dan mengirim mereka ke Surga. Dia akan menempatkan nya dengan mengatakan “Bismillah ir-Rahmaan ar-Raheem”.

[Disini tepat untuk menyebutkan hadith tentang perempuan dan api.]

Shaykh al-Haqqi menceritakan “Qaalu lillahi ta’aala thalaathatul `aalaf ism. Alfun ar-rawaha malaa`ika.” – “Dikatakan bahwa Allah (swt) memiliki 3,000 names. Seribu di antaranya Dia berikan kepada malaikat untuk mereka ketahui.” Mereka menggambarkan kebesaran Rahman Nya. Dalam setiap nama terdapat  sebuah Rahmah dengannya Allah (swt) akan memberi barakah kepada abdi Nya pada Hari Pengadilan. Wa `alf, ar-rafahul `anbiya. Seribu (nama) Dia berikan kepada `anbiya. Tiga ratus di dalam setiap Kitab Suci (Taurat, Injil dan Zabur) dan sembilan puluh sembilan di dalam al Qur`an Suci. Satu nama Dia tinggalkan untuk diri Nya sendiri dan tak satupun tahu nama ini. Dia menempatkan semua sifat (attribute) ini dalam tiga nama: Allah, Ar-Rahman, and Ar-Raheem. Itulah sebabnya Bismillah diikuti oleh ar-Rahmaan  ir-raheem.

Shaykh al-Haqqi berkata, “Faman `aalimaha wa qaalaha fa kaannama dhakarallahu ta’aala bi kulli `asma`I” – “Barangsiapa mempelajari Basmala dan mengulangnya, itu  seperti jika dia memanggil Tuhannya dengan semua tiga ribu Nama Nya itu.” (Siapapun yang mengulang Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem itu adalah seperti dia memanggil  Tuhan nya dengan tiga ribu Nama Nya). Inilah sebabnya Muslims harus mengajarkannya kepada anak mereka dan mengajari mereka untuk mengulang ungkapan/kalimat ini ketika memulai tindakan apapun.

Dikatakan bahwa Nabi (s.a.w.) berkata, “Malam itu ketika saya naik (mi’raj) ke Surga, empat sungai Surga berada di bawah saya: satu dari air; satu dari susu; satu dari anggur dan satu dari madu. Saya bertanya kepada Jibril (as), ‘Ya Jibril (as), dari manakah empat sungai ini berasal, dan ke mana mereka mengalir?’ Dia berkata, ‘Semuanya mengalir ke Danau mu, Nahr ul-Kauthar, tetapi saya tidak tahu dari mana mereka datangnya. Jika kamu ingin tahu, Ya Muhammad (s.a.w.), tanyakan kepada Tuhanmu, dan Dia akan mengajari kamu.’ Saya bertanya, ‘Ya Rabbi, dari mana mereka datangnya?’ Satu malaikat mendatangi dan menyambut Nabi (s.a.w.) dan berkata, ‘Ya Muhammad (s), tutup matamu.’ Kemudian dia berkata, ‘Buka matamu.’

Nabi s.a.w. berkata, “Saya membuka mataku, dan mendapati diriku dekat satu pohon, dengan sebuah kubah putih dari mutiara, dan satu pintu dari emas merah. Saya melihat semua alam semesta yang diciptakan Allah, dengan jinn, binatang dan manusia dan kubah itu dapat menampung semuanya, dan itu masih dapat menampung lebih banyak lagi. Kubah itu dibuat dari mutiara tunggal. Sebutir mutiara begitu kecil, yang ini tentunya datang dari samudera yang besar. Allah (swt) memperlihatkan kepada saya bahwa semua alam semesta ini yang diletakkan di kubah tersebut adalah seperti burung bertengger di satu gunung. Saya melihat empat sungai itu datang dari bawah kubah itu.

“Ketika aku mulai (membalik badan untuk) kembali, malaikat itu memberitahu saya, ‘Mengapa engkau tidak masuk ke dalam nya?’ Saya menjawab, ‘Bagaimana saya bisa masuk bila pintunya digembok dan saya tidak punya kunci untuk itu?’ Malaikat itu berkata, ‘Ya Muhammad (s.a.w.), kunci kepada gembok itu adalah <<Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem>>, jadi katakanlah.’ Maka saya mendekatinya, dan saya berkata, ‘Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem’, dan gembok itu terbuka. Saya masuk dan melihat empat sungai datang dari empat sisi dari kubah itu. Tertulis di atas setiap sisi dari kubah itu adalah ‘Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem’. Air dari sungai itu mengalir dari huruf ‘mim’ dari Bismillah. Sungai Susu mengalir dari huruf ‘Ha’ dari Allah (swt).”

Nabi (s.a.w.) berkata, “Saya melihat Sungai Anggur datang dari huruf ‘Mim’ dari kata ar-Rahmaan. Saya melihat Sungai Madu, datang dari huruf ‘Mim’ dari kata ar-Raheem. Ketika itulah saya tahu bahwa sumber empat sungai itu adalah Basmala, dari Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem. Allah bersabda, ‘Ya Muhammad (s.a.w.), jika ummah mu datang kepada Ku dan meminta Aku dengan qalbu murni, tanpa kesombongan, dan mereka memulai dengan Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem saya akan membolehkan mereka mengusir dahaga mereka dari empat sungai ini.’”

Susu yang disebut disini adalah simbol kemurnian (tanpa dosa – innocence) karena huruf ‘Ha’ mewakili Hu dan menunjuk kepada ghaib mutlak (absolute), murni mutlak itu yang tak diketahui oleh siapapun [kecuali oleh Nabi s.a.w.]. Itulah sebabnya Nabi (s.a.w.) berkata, “Manusia dilahirkan suci tanpa dosa.”[9] Seperti seorang bocah yang berserah diri kepada ayahnya. Jika seseorang berserah diri kepada Allah (swt) seperti seorang bocah berserah diri kepada orang tuanya, Allah akan memberikan kepada nya apapun.

Anggur mewakili …

Madu mewakili …

Air mewakili… ….

Sebuah hadith yang meriwayatkan bahwa sebuah du’a tak akan pernah ditolak oleh Allah (swt) jika dimulai dengan “Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem”.[10]

Wa fil hadeethy ‘aydan ‘an an Naby (s), Man rafa’a firtaasa minal ardi maktooban ‘alayhi Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem `ijlaalan lahu wa ismihi ‘an anludanna `askaya ‘indallah minas Siddeeqeen, wa khaffafa ‘an waalidayhi wa `in kaana mushrikeen. “Jika seseorang melihat selembar kertas di lantai dengan Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem tertulis padanya, dan mengambilnya dan meletakkan itu di satu tempat yang aman, dan memperlihatkan hormat bagi nama Allah (swt) itu, dia akan ditingkatkan kepada maqam Siddiqeen (terpercaya) dan bahkan jika orang tuanya adalah mushrikeen, hukuman mereka akan dikurangi karena hal itu.”[11]

Juga dikatakan oleh ‘ulama besar Shaykh Ahmad Boony dalam  Nataa`ib `Ishaar bahwa `inna shajaratun wujooda qara`at ‘an Bismillah ir-rahmaan  ir-raheem. Wa `innal ‘aalama kullahu qaa`imun biha”– “Pohon kejadian karena segala sesuatu berasal dari ‘Bismillah ir-Rahmaan ir-Raheem.’ Dan sesungguhnya semua alam semesta ada (exist) (atau selalu dalam keadaan ada) oleh karena ‘Bismillah ir-Rahmaan ir-Raheem’.”


[1] Ibn Juzayy says:

Menurut Malik, Basmala bukanlah sebuah ayat dari al Fatiha atau (surat) lainnya kecuali khusus untuk an-Naml (Semut). Menurut ash- Shafi`i itu adalah sebuah ayat dari al Fatiha, dan menurut Ibn `Abbas itu adalah sebuah ayat dari awal setiap sura.  Alasan Malik adalah bahwa itu disebutkan dalam sebuah hadits yang kuat bahwa Utusan Allah, (s.a.w.), berkata, “Telah diturunkan bagi ku sebuah  surah yang seperti itu tidak terdapat dalam Tauraat, Injeel, atau al Qur’an.” Kemudian dia s.a.w. berkata, “Segala puji milik Allah, Tuhan Alam Semesta …” [1: 1] dan dia s.a.w. memulai tanpa Basmala. Terdapat juga yang disebut dalam hadith  kuat “Allah bersabda, ‘Aku telah membagi salaat antara Aku dan abdi Ku dalam dua belah. Abdi berkata: Segala puji milik Allah, Tuhan Alam Semesta …’” dan Dia telah memulai (bacaan) tanpa Basmala. [Dan Qatada menulis bahwa Anas b. Malik telah meriwayatkan kepada nya : Aku melakukan shalat di belakang Rasul Allah (s.a.w.) dan Abu Bakr (r) dan Umar (r) dan ‘Uthman (r). Mereka memulai (bacaan keras) dengan: Alhamdulillahi Rabb il-`alameen [Semua puji untuk Allah, tuhan alam semesta] dan tidak membaca Bismillah r- Rahman-ir-Raheem (dengan keras) pada awal bacaan atau pada akhirnya. Sahih Muslim, Book 4, #788.]

Alasan Ash-Shafi`i adalah yang diriwayatkan dalam hadith bahwa Rasul Allah, s.a.w., biasa membaca “Dengan nama Allah Maha Penyayang Maha Pengasih, Segala puji milik Allah Tuhan alam semesta.”

Alasan Ibn `Abbas adalah bahwa Basmala ditulis bersama semua sura dalam mushaf.

[2] See Kitab al-adahi, Sahih Muslim dan lain lain.

[3] Narrated `Adi bin Hatim dalam Sahih Bukhari, Vol. 9, Book 93, #494.

[4] Narrated by `Aisha in Sahih Bukhari, Vol. 9, Book 93, #496.

[5] Sahih Bukhari, Book 35, # 6549.

[6] Sahih Bukhari, Vol. 9, Book 93, #493 dan Sahih Muslim, Book 8, #3359.

[7] Kaffirun Quraysh mengenali Basmala sebagai penyangkalan terhadap sesembahan mereka dan menolak menggunakan ungkapan itu. Diriwayatkan dengan otoritas Anas (r) mengenai Perjanjian Hudaybiyya: … Nabi (s.a.w.) berkata kepada ‘Ali (r): Tuliskan ” Dalam Nama Allah, Maha Penyayang dan Maha Pengasih.” Suhail [mewakili Quraysh] berkata: Sedang untuk ” Bismillah,” kami tak tahu apa itu artinya ” Bismillah-ir-Rahman-ir-Raheem”. Namun tulislah yang kami faham, “B’ismik’allahumma – dalam nama. Ya Allah”…. [Sahih Muslim, Book 19, #4404]

[8] Imam Malik’s Muwatta, Book 49, Number 49.10.32.

[9] attribute?

[10] attribute?

[11] Attribute?

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s