Algorithm Proses Belajar Yang Diperagakan Melalui NABI S.A.W. – Bagian 2, Edisi 2

Allahuma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad wa salam. Al Fatiha.

CATATAN : Sekali lagi diingatkan, bahwa isi blog : kekji.word.press.com ini adalah gagasan pribadi, yang muncul dari proses belajar yang saya coba dalami. Saya bukan ahli hadits dan tidak memiliki kewenangan untuk interpretasi al Qur’an. Memperhatikan bahwa yang levelnya sudah jauh lebih tinggi saja bisa terpeleset dan diangkat kembali. Maka mumpung masih memiliki Mursyid sangat rahasia levelnya, saya memberanikan diri berkreasi agar bisa merasa lebih dekat kepada Allah, sehingga kalau keliru ada yang menolong. Mendekati hari akhir ini saya menganjurkan agar lebih banyak yang mau berkreasi, agar keluasan ilmu yang bisa di down load lebih terasa dan menambah indahnya pelangi kehidupan.

Memperhatikan itu semua (Bagian 1, Edisi 2), maka unsur terpenting dalam proses belajar  mengajar ini adalah hadirnya seorang pembimbing yang dikaruniai pemahaman terhadap kehendak Allah dan Rasul Nya atau telah lebih dulu memiliki pemahaman mendalam tentang materi yang akan dipelajari, tanpa merasa menjadi sumber ilmu. Pembimbing ini, yang biasanya disebut guru. Guru bertanggung jawab untuk menciptakan keadaan yang nyaman dan mendukung proses belajar mengajar. Antara lain adalah memperkenalkan peserta didik bahwa satu satunya Sumber Ilmu, apapun jenis Ilmu dan/atau Sains nya,  adalah Allah, bukan guru. Jadi peserta didik harus tahu dan mengerti aturan dan hukum  yang berlaku bagi proses belajar mengajar ini. Tentu saja rincian algorithme untuk berbagai level proses belajar tidaklah sama.

Sekarang ini umumnya guru mengaku dialah sumber ilmu atau sains. Dan keadaan ini akan menghalangi turunnya barakah Allah pada proses belajar mengajar tersebut. Akibatnya kreativitas dan keterampilan khusus peserta didik (baik guru maupun murid) tidak dapat muncul ke permukaan, ke potensi maksimumnya. Bahan baku pelajaran untuk proses belajar mengajar ini akan diberikan melewati Pembimbing atau Guru itu. Namun rincian khusus untuk masing masing  akan diperoleh melalui proses mengulang, sesuai dengan Hukum Syukur dan Shabar.

Dalam kasus Nabi s.a.w. Pembimbingnya adalah Sayidina Jibril a.s.

Dikatakan bahwa Nabi s.a.w. berkata:”Belajarlah dari buaian sampai liang lahat.” Bahkan jika ini bukan kata kata Nabi, saya setuju dengan maknanya. Itu artinya proses belajar mengajar adalah sebuah  kegiatan sepanjang hidup kita. Jadi memahami proses ini adalah sangat penting buat setiap orang.

Apa yang sesungguhnya kita pelajari? Apakah maksud proses belajar mengajar itu? Untuk mendapatkan jalan selamat kembali ke Hadhirat Allah, dari mana kita berasal. Dengan selamat artinya kita tidak dalam keadaan bankrupt ketika tiba waktunya kita pulang ke Kampung Akhirat. Dan kita tidak dapat dan tidak boleh terlalu yakin akan hal ini. Itu adalah sangat, sangat, sangat, sangat sukar. Sesungguhnya inilah satu satunya alasan Nabi s.a.w. menangis setiap malam, ketika  melakukan tahajjud.

Nabi s.a.w. menyadari bahwa musuh ummat manusia (termasuk ummahnya) sangatlah kuat, Iblis. Pertama tama Iblis adalah musuh yang sangat julig (cerdik dan curang) dan dia memiliki rekanan (partner) yang dapat diandalkannya di dalam diri kita, yaitu ego, yang (membuat kita) membiasakan diri dengan jalan keluar yang mudah. Itulah yang dilakukan ego dalam tugasnya sebagai pelindung bayi manusia. Bayi manusia memerlukan ego untuk bertahan hidup dalam usia dini mereka, sampai mereka dapat kemana mana dan memahami masalah.

Halangan nomor dua bagi manusia adalah Hukum Syukur dan Shabar, yang sangat keras. Jika seorang tidak syukur atau kufur nikmat, maka awaslah hukuman Ku sangatlah pedih.

Hambatan nomor tiga adalah Hukum Wal Asr : sebagai fungsi waktu manusia cenderung merugi kecuali dia menerapkan imannya dan melakukan amal shalih dan mengajak lainnya berbuat baik dan mengajak lainnya untuk bershabar.

Dan itu semua adalah urusan yang besar dan berat!!!

Dalam simulasi soal seperti diberikan di ruang kelas, kita akan mengetahui nilai ujian paling lama dalam waktu 30 hari. Guru harus segera mengeluarkan nilai ujian itu, bila tidak Kepala Sekolah akan menegur nya atas kelalaian itu. Namun dalam situasi kehidupan nyata, kita akan mengetahui apa nilai kita baru kemudian, sangat terlambat. Di Akhirat. Sangat terlambat kan?

Bagaimana, bukankah hidup sangat menakutkan? Apakah hidup begitu sukar? Tidak, jika kita memandu hidup kita secara benar, sesuai dengan hukum yang ditetapkan Allah S.W.T. dan hukum masyarakat di mana kita tinggal. Bila hukum masyarakat tidak sejalan dengan hukum Allah, kita perlu mempertimbangkan sungguh sungguh untuk pindah ke negeri lain.

Sesungguhnya kita memiliki satu kesempatan untuk memulai surga atau hidup indah di sini di dunia ini. Ini adalah satu masalah sudut pandang. Ini adalah satu masalah psmbentukan kebiasaan. Sebuah kebiasaan baik. Orang adalah makhluk kebiasaan. Jadi sejak dini (masih balita), kita harus/hendaknya membentuk sebuah kebiasaan bagus/baik bagi anak anak kita. Jika kita tidak melakukan itu, Iblis akan membujuk anak kita untuk membentuk satu kebiasaan buruk.

Satu kebiasaan baik yang anak kita harus ambil adalah kebiasaan mendengar dan patuh pada apa yang disuruh/dikatakan orang tuanya. Bertentangan dengan opini umum bahwa anak yang memiliki sebuah kebiasaan “Mendengar dan Patuh” cenderung untuk tumbuh menjadi lelaki tanpa inisiatif dan kurang kreatif. Ini benar jika anak itu terbiasa untuk mendengar dan patuh kepada egonya. Dan inilah apa yang saya maksud dengan suatu kebiasaan buruk. Dia akan menjadi seorang lelaki yang malas dan manja. Orang tua bertugas untuk melatih anak mereka untuk meninggalkan ego mereka dan membentuk satu kebiasaan baik : Mendengar dan Patuh pada Allah dan Rasul s.a.w. Nya.

Kita sering mendengar bahwa yang harus kita cari adalah ridho Allah dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Nah, bagaimana kita bisa yakin tentang hal ini saat di sini, di dunia tempat kita hidup, bukan nanti saat di sana? Karena kalau kita tunggu sampai kita tidak lagi ada di sini, itu tidak lagi ada gunanya buat kita kan? Terlambat. Jadi apakah butir yang paling penting, sehingga Dia senang/ridho dengan tindakan kita? Kita harus riang gembira melakukan apa yang Dia perintahkan pada kita untuk dilakukan dan meninggalkan apa yang Dia larang kita melakukannya. Mengapa?  Karena Dia adalah ar-Rahman dan ar-Rahim, dan Dia tidak mau melihat abdi Nya sedih atau tidak bahagia karena perintah dan larangan Nya. Mengapa? Sederhana, Dia bukanlah penindas atau penyiksa, yang gembira melihat makhluk Nya sedih, tidak bahagia.

Dan kebiasaan bagus kedua adalah : lakukan apapun kerja baik yang kita lakukan dengan senang hati, dan Allah akan ridha/senang dengan kita.

Apapun yang terjadi kepadamu janganlah mengeluh, bersungut sungut atau merengek.

Dan agar dapat melewati atau menghadapi dengan lebih nyaman, kesukaran yang ditimbulkan oleh hukum hukum yang berperan langsung dalam proses belajar mengajar dan dalam kehidupan ini, semua yang terkait harus memiliki rasa cinta yang telah mencapai tahap “Cinta Memerlukan Pengorbanan”. Dengan dilambari cinta tahap lanjut ini kepada Allah dan Rasul Nya, kesukaran apapun akan menjadi tidak terlalu berat.

Ya Allah ampunkan kebodohan dan ketak pedulian kami. Bihurmati habib. Al Fatiha.

Salam

Sutono saimun joyosuparto

26 Juli 2010

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s