PERANAN ANALISA ANALOG DAN DIGITAL (lanjut)

Demi kehormatan Kekasih, al Fatiha

PERANAN ANALISA ANALOG DAN DIGITAL (lanjut)

Coba kita perhatikan sekali lagi Rukun Iman yang Enam dan Rukun Islam yang Lima. Ini sebetulnya sebuah konsep yang sangat modern bagi jamannya. Jaman itu orang terbiasa memiliki tuhan banyak, sehingga hidup tidak tenang. Betapa tidak. Kalau kita menghormati tuhan yang satu pasti kita khawatir tuhan lainnya marah. Tetapi dengan berpindah percaya kepada Tuhan Yang Satu, kita menjadi tenang. Kita tidak perlu takut apapun, Kepala Negara kek, polisi kek, siapapun lainnya, selama kita berbuat dan bersikap damai dan jujur. Kita hanya bertanggung jawab dan takut kepada Dia Yang Satu Itu. Itulah makna dengan mengingat Allah jantung menjadi tenteram. Saya menggunakan kata “jantung” untuk menggantikan kata “qalbu”, karena menurut saya ini lebih taat asas/konsisten.

Dan dengan kita lebih tentram dan tenang, maka kita bisa lebih konsentrasi dalam menjalani hidup ini. Rukun Iman : percaya Allah, percaya para Malaikat, percaya Kitab Suci, percaya para Nabi, percaya Hari Akhir, percaya Takdir buruk maupun baik karena Allah Ta’Ala. Jadi sebetulnya ini adalah sejenis software yang dikaruniakan kepada kita.

Rukun Islam : melaksanakan Dua Kalimat Shahadat, melaksanakan Shalat, melaksanakan bayar Zakat, melaksanakan puasa Ramadhan, melaksanakan Hajji. Dan ini adalah serentetan eksekusi yang wajib kita lakukan. Kenapa disebut agama Islam, dan bukan agama Iman? Karena Islam adalah tentang perbuatan. Iman adalah karunia Allah, yang diberikan kepada kita. Kita tidak melakukan apa apa untuk itu, makanya disebut hadiah (hidayah). Jadi Islam adalah tentang perbuatan, bukan tentang mengerti. Percuma kan mengerti, tetapi tidak melakukan seperti yang dia mengerti? Perbuatan itulah yang harus kita pertanggung jawabkan, bukan tentang mengertinya.

Orang umumnya mengira bahwa Rukun Islam itu urutannya dibuat dari yang mudak menuju ke yang lebih sukar. Sebetulnya bukan begitu. La ilaha illa Allah Muhammad rasul Allah. Ini adalah yang paling sukar. Kualitas empat eksekusi yang lain sangat tergantung kepada kualitas eksekusi Dua Kalimat Shahadat. Dan ini sukar sekali karena dalam kalimat lengkapnya digunakan kata “bersaksi”. Kalau ini bukan konsep yang sangat sukar, tentu para ulama terdahulu sudah menggunakan atau mempopulerkan istilah digital, bukannya tauhid. Tauhid itu kan sesungguhnya bicara tentang hanya angka 1, sedang digital berbicara tentang angka 1 dan angka 0.

Di dalam al Qur’an Allah memperkenalkan sebanyak 99 Nama dan/atau Sifat Nya. Sebetulnya kepada manusia Allah memperkenalkan 3,000 Nama dan/atau Sifat Nya, 901 disebutkan di Injil dan 2,000 lainnya di Taurat. Tetapi apakah Allah hanya memiliki Nama dan/atau Sifat sebanyak 3,000 itu? Tentu saja tidak. Nama Allah tidak terhitung banyaknya, sebanyak makhluq yang diciptakan Nya.

Sesungguhnya mereka yang memilih bertuhan banyak itu tidak terlalu salah dalam arti, mereka itu tidak mau melanjutkan pelajarannya. Mereka berhenti. Mereka mengira bahwa Asma dan/atau Sifat Allah adalah tuhan tersendiri. Itu saja salahnya. Dan jangan mentertawakan mereka. Kita orang Muslim juga senang berhenti, tidak mau melanjutkan pelajarannya. Pertentangan Sunni Syi’ah, tentang batal wudhu, tentang poligami, tentang ini , tentang itu, tentang segal;a hal selalu dipertentangkan, diperdebatkan. Sehingga potensi kita habis untuk hal yang tidak manfa’at, kreatifitas hilang.

Kita lupa bahwa ilmu Allah itu luas dan dalam tiada terkira. Kenapa kita senang berdebat mencari kebenaran. Mereka yang suka beradu ilmu, beradu kebenaran itu tidak tahu bahwa otak kita ini bukan didesain untuk bisa menampung kebenaran secara utuh. Coba perhatikan kisah tentang bagaimana keadaan Nabi s.a.w. ketika sedang menerima wahyu. Ketika wahyu itu sedang didown load kepada dirinya ? Salah satu yang terkenal adalah ketika wahyu itu datang,beliau sedang berada di atas ontanya. Dan onta itu sampai menekuk ke empat kaki, yang menggambarkan adanya penambahan berat tubuh Nabi ketika menerima down load al Qur’an. Ketika prose itu selesai, onta berdiri tegak kembali. Jadi al Qur’an itu bukan disimpan di dalam otak Nabi, tetapi diformat ke dalam tubuh Nabi, setelah selesai, al Qur’an itu kembali ke tempatnya semula. Jadi al Qur’an yang diterima Nabi, yang lengkap dan yang merupakan manual beliau selaku Nabi Penutup, bukanlah al Qur’an yang dicetak Departemen Agama atau yang dijual di toko toko buku.

Al Qur’an lengkap itu sebuah buku multi faset, yang memuat seluruh Kitab Suci yang pernah diturunkan, dan juga semua kejadian yang menjadi kurun waktunya Nabi s.a.w. Dan bagi manusia seperti Nabi s.a.w. ataupun para Uwaisi, mereka itu tidak memerluka menyimpan ilmu didalam diri mereka. Karena mereka bisa langsung akses ke Main Frame BQ atas ijin Allah, bilamana saja ilmu itu diperlukan dalam tugas mereka.

Jadi sikap yang benar adalah tidak mencari kebenaran. Kita semua tidak ada yang mampu melakukan itu. Yang harusnya kita lakukan adalah menggunakan ilmu yang sudah kita terima itu untuk dijadikan manfa’at bagi diri kita dan sekitar. Dan terus dithawafkan ilmu itu, dan jangan pernah berhenti berputar. Seperti bumi, seperti planet planet, seperti galaksi, seperti electron.

Ada 1 dan ada 0. Allah (1) tidak akan menciptakan seluruh alam semesta ini jika bukan karena Muhammad s.a.w. (0). Begitu besarnya Cinta Allah kepada Nabi s.a.w.  Dikatakan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat atas Nabi. Apa artinya itu? Malaikat adalah makhluq yang paling banyak jumlahnya dibanding dengan jenis ciptaan lainnya. Jadi kalau mereka itu dan Allah bershalawat kepada Nabi, artinya seluruh alam semesta terisi penuh dengan nada dan getaran shalawat itu. Dan menjadi tidak mengherankan bila kini, dalam wujudnya yang sekarang Nabi s.a.w. seolah dapat berada di mana mana dalam waktu yang bersamaan. Guna membalas atau menjawab shalawat dan salam yang diucapkan orang di seluruh muka bumi ini. Saking cepat geraknya, akibat menggunakan media getaran shalawat itu. Media itu pula yang digunakan oleh para Uwaisi yang masih hidup dan memiliki tubuh, untuk bergerak mengunjungi murid binaannya.

Dari percobaan di Lab Fisika Quantum didapatkan bahwa perubahan dari materi ke cahaya dan sebaliknya dari cahaya ke materi, jika dilakukan dalam keadaan reversible (tanpa gejolak), memang akan terjadi secara damai juga. Tidak seperti Hukum Fisika yang lain (Teori Einstein) bahwa Energi = Massa x (Kecepatan Cahaya)2 , yang digunakan dasar bagi pembuatan bom nuklir. Kalau perubahan pertama tadi : photon (materi terkecil) menjadi cahaya dan sebaliknya adalah dalam suasana selalu kontak dengan Sang Pencipta atau reversible, maka perubahan kedua : ledakan nuklir itu terjadi karena proses itu tidak dalam keadaan selalu terkait dengan Sang Pencipta.

Yang terjadi adalah : karena setiap ciptaan berbetuk materi selalu disertai malaikat kecil kecil (mungkin) yang secara berkelanjutan bertasbih, maka materi itu menjadi ada. Namun begitu dia (komponen materi) itu merasa tidak lagi ada yang bertasbih di dekatnya, maka secara otomatis dia kembaliI menjadi cahaya. Begitu terasa ada malaikat lagi yang bertasbih di dekatnya, maka materi tadi kembali lagi dalam bentuk materi.

Mungkin teknologi Bahrul Qudra inilah yang digunakan para Uwaisi itu untuk bergerak dengan kecepatan tinggi, karena tenaga/energi spiritualnya yang sudah cukup kuat lalu dengan ijin Allah, minta agar untuk sementara malaikat yang menunggui atom sel tubuhnya dibebas tugaskan, sehingga seluruh tubuhnya berubah menjadi cahaya, dan bisa bergerak dengan kecepatan tinggi sekali. Dikabarkan MSN bisa berada di 12,000 tempat dalam saat yang sama.

Jadi yang saya sampaikan ini sungguh tidak penting. Yang penting adalah yang sudah ada dalam diri anda masing masing. Thawafkan itu, kembangkan terus itu, syukuri itu dengan syukur yang saya definisikan di tulisan lalu, nanti kan muncul samudera ilmu yang memang milik anda sendiri. Tidak perlu berebut ilmu, berebut benar. Jangan seperti kelompok 22 pasangan yang mulai 10 Juni nanti rebutan satu butir bola. Itu kan tidak logis. Lebih baik kita masing masing menggiring bola kita sendiri menuju gawang Ridha Allah. Bola kita nggak akan tertukar. Lebih asyik begitu : berlomba dalam kebaikan.

Jangan mengira bahwa kalau anda berniat berbuat baik, pikiran itu datang  dari diri anda sendiri. Itu pasti ada inspirasi Allah yang terlebih dahulu dikirimkan ke dalam diri anda, sehingga muncul pikiran baik itu. Begitulah mekanismenya. Dan kalau ada pikiran buruk, itu pasti datang dari setan yang bersekongkol dengan ego anda.

Kalau ada isi tulisan ini yang dapat diterima, itu hanya karena Allah telah terlebih dahulu mengisi data itu ke dalam diri anda. Sebaliknya kalau anda tidak tertarik atau tidak mengerti, jangan berkecil hati. Pasti Allah akan memeberikan hal yang lain yang lebih baik bagi anda. Jadi yang terpenting, mari kita lanjutkan memperbanyak dzikr untuk di up load ke dalam jantuing kita masing masing dan usahakan agar jiwa kita dan diri kita ber resonansi dengan shalawat ala Nabi yang mengisi seluruh alam semesta ini.

Ya Allah ampunilah kami semua. Kami tiidak mampu bersyukur atas karunia nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami, sebagaimana Engkau layak/berhak disyukuri. Kami tidak mampu berdzikr sebagaimana Engkau berhak untuk dipikirkan. Jangan biarkan kami pulang kepada Mu dalam keadaan bangkrut ya Allah. Masukkan kami ke dalam golongan mereka yang beruntung di dunia dan beruntung di akhirat. Amin. Bi hurmati habib. Al Fatiha.

Jakarta 31 Mei 2010

Salam

Sutono

About kekji

i am nothing and will stay that way. i live only to serve Allah SWT
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s